Sudah Gak Zaman Pakai Jurus SARA untuk Memenangi Pilkada

Bobby Afif Mohammad Norman.(Foto: Istimewa)

PANCORAN MAS—Hari pencoblosan Pilkada Depok 2020 semakin dekat. Timses dan relawan dari pasangan calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Depok, diharapkan tidak menggunakan jurus SARA untuk memenangi pesta demokrasi lima tahunan itu.

Harapan tersebut disampaikan Inisiator Gerakan Muda Depok (GMD), Bobby Afif Mohammad Norman, kepada wartawan, Kamis 19 November 2020.

“Sudah gak zaman lagi pakai isu-isu SARA untuk menang Pilkada dan gagah-gagahan pakai otot. Sudah waktunya otak yang bekerja mengalirkan energi baik ke masyarakat. Saatnya adu gagasan, adu visi misi untuk pembangunan Kota Depok ke depannya. Kalau sudah jadi jangan lupa merealisasikannya,” ujar Bobby.

Dibaca Juga: https://depoktoday.hops.id/begini-sikap-politik-muhammadiyah-depok-di-pilkada/

Bobby memandang kedua paslon adalah orang-orang terbaik yang dimiliki Kota Depok dan memiliki nilai berarti di hati para pendukungnya.

“Ibarat orang sedang dimabuk asmara, para paslon terlihat luar biasa di mata pencintanya,” ungkap Bobby di bilangan Margonda.

Namun, ia berharap kedua paslon dan para pendukungnya agar bersikap santun serta bijak dalam berkampanye. Hal ini untuk menjaga kondusifitas Kota Depok

Disinggung mengenai arah politik organisasinya di pilkada, Bobby menyebut GMD tetap dalam posisi netral.

Alasannya, kata dia, sejak berdiri di 2014 organisasi ini berkomitmen berada di jalur memberikan edukasi dan literasi Pilkada Depok ke publik.

“Karena itu harus clear dan bebas kepentingan. Sehingga bisa memberikan cover both side secara proporsional dan objektif terhadap calon-calon yang ada,” paparnya.

Namun, diakuinya, GMD tidak mempersalahkan bila ada anggotanya yang bergabung sebagai timses calon ataupun anggota parpol.

“Itu hak politik kawan-kawan. Saya punya pilihan, mereka juga punya pilihan. Jadi tidak bisa dilarang,” terangnya.

Pilkada tahun ini relatif berbeda karena berada di tengah situasi pandemi Covid-19, namun Bobby meminta masyarakat tidak apatis, terutama kalangan muda yang mendominasi di Kota Depok. Karena satu suara menentukan arah pembangunan Kota Depok lima tahun ke depan.

Hal ini juga menjadi tantangan bagi KPU untuk terus bersosialisasi dan meyakinkan masyarakat agar ikut perpartisipasi dalam momentum pilkada di situasi yang tidak biasa ini.

“Pro kontra pilkada di tengah pandemi pasti ada. Namun bagi masyarakat yang ingin memilih ke TPS 9 Desember harus tetap patuhi protokol kesehatan. Tetap jaga jarak, pakai masker dan selalu membersihkan tangan. Pemerintah pasti juga sudah mempertimbangkan dengan matang skema pilkada di tengah pandemi sesuai prokes” tandasnya.

(ahi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here