Strategi PKS Hadapi Koalisi Besar Gerindra-PDIP di Pilkada Depok

Kader PKS

 

Penulis : Arul, Zahrul

Depok- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan bakal memperioritaskan kader internal untuk diusung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok, 2020 mendatang. Kendati demikian, PKS tak menampik ada jalur khusus untuk sang petahana, Mohammad Idris yang sampai saat ini masih menjabat Wali Kota Depok.

Sekertaris Umum DPD PKS Depok, Yusuf Syahputra mengungkapkan, setelah pemilihan rakyat (pemira) khusus untuk kader internal beberapa waktu lalu, telah terjaring sebanyak 89 nama.  Kemudian setelah disaring, menjadi delapan orang dan mengkrucut menjadi lima orang kandidat bakal calon wali kota.

“Dari lima nama yang keluar yakni bapak Hafidz Nasir, Imam Budi Hartono, Tengku Farida Rachmayanti, Supariyono dan Amri Isah. Inilah nama-nama yang akan bersosialisasi di tengah masyarakat yang tentunya diminta untuk bisa menaikkan popularitas dan elektabilitas,” katanya pada wartawan, Senin 9 September 2019

Yusuf menegaskan, kelima orang terebut adalah kader asli PKS.

Merka diharapkan bisa melakukan sosialisasi berbagai macam kegiatan untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas partai.

“Meski namanya masih balon (bakal calon) tapi yang kita harapkan nanti ketika DPTP memutuskan tingkat pusat tidak keluar dari nama lima balon yang akan kita daftarkan ke KPUD,” ujarnya

Ketika disingung soal peluang Mohammad Idris, sang petahana yang pada 2015 lalu diusung oleh PKS, pihak pengurus mengaku hal itu menjadi penilaian tersendiri.

“Adapun terkait dengan petahana, tentunya yang bersangkutan itu punya jalur khusus, dan tidak dinafikan bahwa di tahun 2015 kita mengusung dan menetapkan beliau sebagai calon wali kota dari PKS,” kata Ketua DPD PKS Depok, Hafidz Nasir

Oleh karenanya, ujar Hafidz, pihaknya akan melihat sosok petahana lebih kepada penilaian secara kinerja, penilaian secara capaian-capaian yang sudah dilakukan di masa baktinya sebagai orang nomor satu di Kota Depok

“Sehingga memang ini beda jalurnya, jadi adapun nanti siapa yang akan ditetapkan oleh DPP, sementara ini kami lakukan adalah lima balon kader asli PKS.”

 

Hadapi Gerindra-PDIP

 

Lebih lanjut Hafidz mengaku, PKS tidak akan mungkin berdiri sendiri dalam Pilkada Depok. Hafidz tak ingin gegabah menangapi pernyataan yang dilontarkan kader Gerindra yang tak ingin berkoalisi di Pilkada. Begitupun dengan tantangan PDIP sebagai rival politik.

“Jadi sementara ini kalau kita lihat karena masih jangka waktunya agak lama, ini kan masih dinamis, kalau dinamika-dinamika keinginan pribadi (jadi lawan) sah-sah saja, walaupun mungkin PDIP ya keingnan mungkin dari pimpinannya, tapi kalau dari DPPnya belum tentu. Ya komunikasi masih terbuka,” ujarnya

“Gerindra pun begitu, kan keinginan beberapa orang aja mungkin, dari strukturnya kan belum tentu. Ada beberapa mungkin orang Gerindra yang gak setuju (pecah kongsi), jadi kita nggak bisa mengenalisir bahwa itu adalah keputusan Gerindra atau keputusan PDIP.”

Namun demikian, Hafidz tak menampik jika pihaknya telah menyiapkan ancang-ancang untuk melawan koalisi besar PDIP dan Gerindra.

“Nah karena kita ini merasa bahwa ikhtiar kita harus dimaksimalkan. Kita mencoba untuk bersilaturahim ke beperapa parpol. Yang sudah komunikasi ada PAN, PPP, Demokrat sama Golkar sudah. Walaupun bicara datar aja, belum ada isinya.”

Untuk diketahui, PKS, PDIP dan Gerindra berpeluang memajukan kadernya untuk diusung pada Pilkada Depok 2020 lantaran memiliki kursi yang cukup di DPRD Depok. Adapun PKS memiliki 12 kursi, sedangkan PDIP dan Gerindra masing-masing 10 kursi.