STAISKA Gandeng Gusdurian Penguatan Kampus Berbasis Literasi

Kegiatan Gusdurian Depok.(Foto: Ilustrasi/Istimewa)

SAWANGAN-Rendahnya minat baca buku di kalangan mahasiswa sudah menjadi fenomena umum di dunia kampus. Belum lagi, fenomena adanya kampus yang terpapar paham radikal dari kalangan mahasiswa.

Atas keprihatinan tersebut, Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Karimiyah (STAISKA) Depok menggandeng Gusdurian Depok memperteguh sebagai kampus berbasis literasi.

“Kita merasa terpanggil untuk melakukan penguatan kampus sebagai basis literasi toleransi dan deradikalisasi. Sebab, mahasiswa yang akan membaur dan berasimilasi dengan masyarakat perlu pembekalan ilmu pengetahuan yang memadai. Di antaranya menyangkut tentang ideoligi, politik, ekonomi, sosial maupun budaya,” terang Ketua STAISKA Depok, H. A. Fatih, di kampus STAISKA, Sawangan, Jumat (21/2/2020).

Sedangkan Koordinator Gusdurian Kota Depok, Mansur Al-Farisi, mendukung penguatan kampus berbasis literasi. Menurutnya, perangkat penguatan literasi bisa diisi dengan kajian rutin (kantin) ekstra kampus yang difasilitasi.

Sehingga, kata dia, mahasiswa tidak hanya membaca saja, tapi akhirnya bisa menulis. Ia menuturkan, kunjungan 10/500 mahasiswa perhari ke perpustakaan belum tentu sadar literasi.

“Tentunya, masih ada perangkat lain menuju kampus berbasis literasi. Selain infrastruktur, fasilitas buku perpustakaan, multimedia, kajian maupun diskusi, juga SDM yang mengelolanya. Dengan penguatan literasi efek keluaran mahasiswanya menjadi tangguh dengan skill dan kelebihan. Sampai saat ini, melalui Gusdurian Depok sudah mendonasikan buku sebanyak 350 judul dan terus akan bertambah,” paparnya.

Sementara Penanggung Jawab Perpustakaan STAISKA, Masduki A Sayuti, mengungkapkan, pihaknya mengembangkan Perpustakaan dan bekerjasama dengan Gusdurian Depok.

Ia mengaku masih mengalami keterbatasan judul buku atau katalog, dan yang ada baru 580 judul buku karena idealnya perpustakaan memiliki 10 ribu judul buku.

“Sebagai solusi dengan menganjurkan mahasiswa yang akan lulus dan aktif untuk mendonasikan dua buku. Sebab, tidak sedikit mahasiswa yang datang ke perpustakaan hanya mencari buku referensi untuk tugas. Kita terus berupaya dalam mengembangkan kampus berbasis literasi ini,” tandasnya.(ahi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here