Soal Larangan Mudik, Depok Siapkan Surat Sakti Antar Daerah

Penumpang bus di Terminal Jatijajar jalani rapid test antigen (Istimewa)

MARGONDA- Pemerintah Kota Depok menyiapkan Surat Dispensasi Keluar Masuk (SDKM), bagi warga yang memiliki kepentingan mendesak untuk keluar daerah. Namun tentu saja ada syarat yang harus dipenuhi.

Dalam keterangan tertulisnya, Wali Kota Depok, Mohammad Idris menjelaskan, SDKM dikeluarkan untuk masyarakat yang dikecualikan dari kebijakan peniadaan mudik. Surat tersebut dapat diperoleh di kelurahan setempat.

“Dalam pengajuan SDKM, warga Depok harus mengisi dengan jelas nama, tempat dan tanggal lahir, NIK, alamat, serta tanggal dan alamat tujuan perjalanan,” katanya dikutip pada Selasa 4 Mei 2021.

Baca Juga: Ketika Senyum Sumringah Puluhan Anak Yatim Hapus Lelah Jurnalis

Kemudian, warga juga mesti memilih satu dari beberapa alasan perjalanan, yakni kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka atau meninggal, hamil atau kepentingan persalinan, atau pelaku perjalanan dengan ketentuan nonmudik lainnya.

Pemohon SDKM wajib melampirkan data dukung yang otentik dan bisa dipertanggungjawabkan soal alasan perjalanan.

Sebaliknya, warga yang masuk ke Kota Depok selama masa larangan mudik Lebaran 2021 juga mesti menunjukkan SDKM (atau sebutan lainnya) yang diterbitkan pejabat berwenang dari daerah asal.

Proses berikutnya adalah melakukan lapor diri kepada RT/RW/Satgas Kampung Siaga Tangguh Jaya yang dituju den melakukan isolasi mandiri minimal 3 hari.

“Untuk mengendalikan mobilitas penduduk, dibentuk posko penyekatan dan posko multifungsi di beberapa titik yang berpotensi terjadi pergerakan orang,” kata Idris. (rul/*)