SMAN 1 Depok Diterpa Isu Bocoran UAS

0
616
SMAN 1 Depok (DepokToday, Rul)

PANMAS– Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Depok, Jawa Barat yang dikenal sebagai salah satu sekolah favorit di kota ini sedang diterpa isu negatif terkait kabar jual beli bocoran soal Ujian Akhir Sekolah atau UAS.

Kepala SMAN 1 Depok, Supyana menuturkan, kasus ini mencuat dari adanya tuntutan sejumlah orangtua murid yang menginginkan adanya ujian ulang lantaran mendapat informasi tentang kecurangan saat UAS.

“Oh itu nggak jadi, memang tadi infonya ada UAS susulan tapi enggak jadi,” katanya pada wartawan, Selasa 10 Desember 2019

Supyana menjelaskan, isu tak sedap ini bermula ketika ada sejumlah siswa saling ejek lantaran ada beberapa temannya yang lebih cepat mengerjakan soal ujian. Rupanya hal itu merembet hingga ke grup WhatsApp (WA) wali murid.

“Sebenarnya isu soal bocoran itu kan selalu muncul dari tahun ke tahun. Ada anak yang ledek ledekan gitu lah akhirnya menyebar terus. Nah yang diledek ini enggak terima ngadu ke orang tuanya hingga menyebar ke grup wali murid,” terangnya

Dari informasi itu kemudian ada wali murud yang mendesak untuk diadakan ujian ulang atau susulan. “Nah tapi dari pihak wali murid yang keberatan juga ada, karena anaknya kan otomatis ujiannya nambah harusnya udah selesai kan berfikir lagi, capek ah katanya.”

Supyana menegaskan, kabar itu baru sebatas dugaan dan belum ada bukti yang kuat. “Jadi baru diduga ada murid yang ngadu ke orangtua, dan kami belum tahu (benar atau tidak) karena nilainya pun belum keluar,” jelasnya

Namun demikian, Supyana berjanji pihaknya akan melakukan investigasi terkait kabar tersebut. “Ini sedang kami lakukan dan akan ada kebijakan sendiri apakah ada UAS susulan dan apakah beberapa orang saja atau bagaimana.”

Jika nantinya ditemukan bukti terjadi kecurangan, Supyana berjanji pihaknya akan memberikan sanksi tegas.

“Misalnya ada anak yang terbukti melakukan kecurangan pastilah akan dilakukan aturan yang berlaku, pasti ada sanksi,” ujarnya

Lebih lanjut Supyana mengatakan, disisi lain tak sedikit pula orangtua murid yang menolak dilakukan ujian susulan. Atas dasar itulah, pihaknya pun tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan.

“Karena itu kan baru dugaan ya dari omongan murid ke murid sirik sirikan atau gimana hingga akhirnya berantem murid dan sampai ke orang tuanya. Makanya dari pihak sekolah belum bisa menetapkan kalau masih dugaan,” tuturnya

Karena itu, mulai hari ini sampai beberapa hari kedepan proses investigasi akan dilakukan untuk memastikan kabar atau isu tersebut.

“Karena kan kalau dugaan dari beberap orangtua atau murid dijadikan dasar mengambil keputusan tidak fair juga kan, karena belum ada pembuktiannya. Akhirnya dari pihak sekolah mengeluarkan pengumuman itu ditangguhkan hingga ada hasil investigasi tentang dugaan soal bocor itu.” (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here