SMA-SMK Negeri Depok Jadi Rebutan, Bagaimana Nasib Siswa Miskin?

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supandi meninjau proses PPDB SMA-SMK negeri di Kota Depok. (Depoktoday.hops.id)
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supandi meninjau proses PPDB SMA-SMK negeri di Kota Depok. (Depoktoday.hops.id)

DEPOK- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang SMA dan SMK negeri telah berlangsung di Kota Depok. Data yang dihimpun Disdik sampai saat ini, proses pendaftaran telah diikuti sebanyak 22.687 siswa dengan jumlah kuota yang diterima hanya sekira 5.685 siswa.

Pendaftaran untuk tahap satu itu berakhir pada hari ini, dan kemungkinan bakal terus bertambah. Lalu bagaimana nasib siswa miskin yang tak kebagian kuota sekolah negeri tersebut?

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supandi menegaskan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar semua anak mendapatkan haknya untuk menempuh pendidikan. Sebagai alternatif atau solusi adalah memaksimalkan sekolah swasta.

“Yang terjadi tahun lalu, kita lakukan semua anak bisa sekolah. Tahun ini taglinenya adalah sekolah di mana saja. makanya tahun ini negeri dan swasta dijadikan pilihan dalam PPDB,” jelasnya saat meninjau PPDB di SMAN 1 Depok pada Jumat 11 Juni 2021.

Dedi mengakui, SMA negeri dan SMK negeri di Kota Depok jumlahnya sangat terbatas.

“SMA negeri hanya 15, SMK negeri 4, sementara swastanya ada 133 unit sekolah,” katanya.

Solusi Jika Tak Lolos SMA-SMK Negeri Depok

Terkait hal itu, bagi mereka yang berlatarbelakang siswa tidak mampu, kata Dedi tak perlu khawatir.

“Siswa yang dikatakan miskin tapi dia terlempar di sekolah negeri dan harus sekolah swasta kita sudah siapkan anggaran khusus,” katanya.

Ia menjelaskan, anggaran tersebut adalah tambahan beasiswa swasta per individu dalam rangka membiayai warga miskin.

“Ada lagi opsi kedua pembiayaan dari Provinsi Jawa Barat bahwa tahun ini di Mei kemarin kita sudah mencairkan sekitar Rp 989 miliar dalam program BPMU (Bantuan Pendidikan Menengah Universal).”

Baca Juga: Persaingan Ketat, Kuota SMA-SMK Negeri di Depok Hanya 5.685 Siswa

Dedi menyebut, anggaran itu disiapkan sesuai dengan kebutuhan siswa pada masing-masing daerah.

“Jumlahnya (anggaran) per sekolah tergantung jumlah siswa, itu yang reguler umum, belum lagi dana BOS dan lain-lain. Saya kira tidak ada lagi bahwa alasan seolah-olah ini negeri dan swasta,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, untuk Jawa Barat total sekolah ada 4.966 unit. Angka itu terdiri dari, sekolah negeri 835, swasta 4.146.

“Kalau kemarin kita lihat jumlah sekolah swasta yang mereka masuk dalam PPDB secara online sekitar kurang lebih 3.800-an SMA maupun SMK,” ujarnya.

“Jadi memang tidak semuanya, karena memang ada beberapa sekolah swasta yang mereka sudah melakukan jalur-jalur secara mandiri,” timpalnya lagi. (rul/*)