Skandal Seksnya Terungkap, Sipir Cantik Ini Begituan Dihadapan 11 Napi

Ilustrasi sipir cantik (Foto: Istimewa)
Ilustrasi sipir cantik (Foto: Istimewa)

DepokToday- Seorang petugas penjara atau sipir cantik berinisial TG terpaksa meringkuk di ruang tahanan lantaran dinyatakan bersalah usai ketahuan melakukan hubungan intim dengan seorang narapidana alias napi. Parahnya, aksi tersebut dilakukannya dihadapan 11 orang dalam penjara.

Dilansir dari berbagai sumber, TG adalah sosok wanita cantik yang bertugas sebagai sipir di penjara wilayah California, Amerika Serikat (AS). Namun ia diberhentikan setelah skandal seksnya terbongkar.

Atas perbuatannya tersebut, wanita berambut ikal ini pun diancam menjalani hukuman 210 hari penjara, diikuti dengan hukuman dua tahun masa percobaan. Putusan itu dibacakan dalam sidang pengadilan belum lama ini.

Baca Juga: Tragedi Lapas Tangerang, Orangtua Napi di Depok Salahkan Negara

Selain itu, ia juga dijerat atas tuduhan memberikan obat-obatan terlarang serta telepon genggam kepada napi tersebut.

Disitat dari sindonews.com, penyelidikan atas pelanggaran sipir cantik itu telah dimulai pada bulan Desember 2019.

Wanita berusia 26 tahun itu juga diduga memberikan pisau silet kepada napi dan informasi intelijen penjara.

“Kadang-kadang, (dia) mengomunikasikan informasi sensitif kepada napi tentang individu yang memasuki ruang napi serta waktu ketika tempat akan digeledah,” kata jaksa Kaitlin Drake dikutip pada Jumat 10 September 2021.

Baca Juga: Vanesa Angel Masuk Polres Metro Depok, Ternyata Karena Ini

Sementara itu, Asisten Sheriff Fresno County Steve McComas menuduhnya membahayakan sesama petugas penjara, mengkhianati sumpahnya dan berperilaku dalam beberapa cara paling memalukan yang pernah dilihat dan didengarnya selama 26 tahun di kantor sheriff.

“Memotong celana Anda untuk mempermudah berhubungan seks dengan seorang narapidana dan melakukan hubungan seksual di depan 11 narapidana lainnya adalah sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh pikiran bejat,” katanya.

Aksi Bejat Sipir Cantik

Menurut hasil pemeriksaan, perilaku Tina berlangsung lebih dari setahun sebelum penyelidik menangkapnya. Data panggilan telepon setelah penangkapannya pada Desember 2019 menunjukkan bahwa skandal itu terus berlanjut.

“Dia tidak menunjukkan penyesalan. Dia terus-menerus menelepon, melakukan percakapan eksplisit secara seksual dengan narapidana yang bersangkutan, dan bahkan membual tentang kejahatan yang dia lakukan. (Itu) menunjukkan bahwa dia tidak mampu mengakui kesalahannya dan pasti akan terus berlanjut di masa depan,” ujarnya.

Baca Juga: Anggota DPRD Depok dan Pengamat UI Tolak Larangan Minuman Beralkohol

Terpisah, pengacara TG, Martin Taleisnik, mengatakan kepada pengadilan bahwa kliennya tidak pernah berniat untuk membahayakan karyawan di penjara atau siapa pun di penjara.

Dia menambahkan bahwa kliennya bertanggung jawab atas tindakannya, tetapi akhir dari pernikahannya baru-baru ini pada saat perilaku itu terjadi telah membuatnya rentan.

Ilustrasi penjara (Istimewa)
Ilustrasi penjara (Istimewa)

Dalam vonis tersebut, Hakim Michael Idiart mencatat bahwa TG tidak memiliki riwayat kriminal sebelumnya dan telah mengakui kejahatannya.

“Saya pikir apa yang Anda lakukan itu mengerikan, bodoh,” tuturnya.

“Anda telah menghancurkan karier Anda. Anda membahayakan sesama petugas Anda. Tetapi saya juga percaya bahwa orang dapat menebus diri mereka sendiri. Anda memiliki sisa hidup Anda untuk membuktikannya,” sambungnya. (rul/*)