Situ di Kota Depok Berkurang, Afifah Minta Pemkot Lakukan Cara Tegas Ini

Situ Tujuh Muara, Sawangan, Depok. (DepokToday.com)
Situ Tujuh Muara, Sawangan, Depok. (DepokToday.com)

DepokToday – Jumlah situ yang terus berkurang di Kota Depok membuat Ketua Forum Komunikasi Semesta Kota Depok Afifah Alia meminta Pemerintah Kota dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) untuk segera memsertifikasi semua Situ.

Menurut Afifah, agar itu tidak terus terjadi, maka pemerintah harus segera melakukan sertifikasi pada situ yang masih ada. “Pengawasan situ di Depok adalah tanggungjawab pemerintah daerah setempat,” jelas dia dikutip Minggu 3 Oktober 2021.

Dia memaparkan, ada penertiban serftikat situ di Kota Depok merupakan langkah antisipasi adanya penyerobotan dan pengalihan fungsi situ jadi lahan daratan atau perumahan. Namun, untuk mewujudkan itu semua, dibutuhkan sinergi antara Pemkot Depok dan BBWSCC bukan malah saling lempar tanggungjawab. “Jangan saling lempat tanggungjawab. Kewenangan situ memang di BWSCC namun pengawasan ada di pemerintah daerah,” kata dia,

Dengan kondisi saat ini, dirinya menyayangkan banyak situ yang berubah fungsi menjadi hunian. Namun, yang lebih diherankan mengapa dikeluarkan izin mendirikan bangunan diatas lahan situ yang diuruk tersebut. Dia menduga ada oknum yang bermain mata sehingga mengeluarkan izin tersebut. “Ini karena lemahnya pengawasan pemerintah. Diduga juga ada campur tangan oknum yang mengeluarkan izin tersebut,” sebut dia.

Baca Juga: Rennes Rusak Rekor Tidak Terkalahkan PSG di Ligue 1

Keberadaan danau kata dia, harus dipertahankan sebagai wilayah resapan. Karena ini berdampak pada lingkungan Kota Depok yang kerap tergenang saat hujan. “Kami dari Fokus sudah mengirimkan surat kepada BBWSCC agar menerbitkan sertifikasi Situ-situ di kota Depok,” katanya.

Dia juga meminta langkah tegas Pemkot Depok untuk mencabut izin bangunan yang berdiri diatas lahan situ. “Jika memang dasar hukumnya wilayah tersebut adalah resapan maka pemerintah berani tidak mencabut izin bangunan disana,” jelas dia. (lala/*)