Siswa Kelas 9 SMP Ar-Ridha Al Salaam Buat Kerajinan Tangan dari Bahan Bekas

SMP Ar-Ridha Al Salaam
Siswa SMP Ar-Ridha Al Salaam menunjukkan hasil praktek dari bahan bekas melalui daring. (Foto: Istimewa)

GANDUL—Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran secara daring tidak menghalangi peserta didik untuk melaksanakan tugas praktek, salah satunya sekolah yang melaksanakan praktek secara daring yaitu SMP Ar-Ridha Al Salaam Islamic Green School.

Siswa kelas 9 SMP Ar-Ridha Al Salaam Islamic Green School melaksanakan praktek pada mata pelajaran IPS. Kali ini peserta didik disuruh membuat kerajinan tangan dari bahan bekas yang bahan-bahannya ada di rumah mereka.

Dibaca Juga: https://depoktoday.hops.id/yayasan-ar-ridha-al-salaam-bahas-pembelajaran-semester-ganjil-2020-2021/

Guru Mata Pelajaran IPS SMP Ar-Ridha Al Salaam, Suryadi, mengatakan, sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat, ada beberapa materi yang harus dipraktekkan.

“Dan kebetulan materi kali ini, prakteknya membuat kerajinan tangan dari bahan bekas yaitu gelas maupun botol aqua dijadikan barang yang keren dan bernilai,” kata Suryadi kepada DepokToday, Senin 8 Februari 2021, di kawasan Sukmajaya.

Ia melanjutkan, ketika memberikan tugas kepada peserta didik, tidak akan memberatkan tugas mereka apalagi dikasih Pekerjaan Rumah (PR) yang banyak.

“Mereka cukup di dalam rumah akan tetapi mereka tetap bisa berkarya, karena bahan-bahan bekas ini dapat ditemui bahkan ada di rumah mereka, sehingga mereka tidak sulit dan tidak harus keluar rumah untuk mencari bahan-bahan dalam melaksanakan tugas praktek ini,” jelasnya.

Menurut dia, pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan teleconference bisa membosankan peserta didik karena kesulitan berinteraksi.

Peserta didik juga akan mudah teralihkan fokus dengan lingkungan di sekitarnya, sehingga untuk menunjang hal tersebut materi pembelajaran yang dibuat harus sangat menarik dan sekreatif mungkin.

“Mudah-mudahan di masa Belajar Dari Rumah (BDR) ini, disamping belajar dengan menggunakan kurikulum darurat secara daring juga mendapatkan pembelajaran bermakna dan kecakapan hidup (life skills) untuk bekal mereka di masa yang akan datang nanti dan semoga pandemi COVID-19 berlalu sehingga semester yang akan datang bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka,” tutupnya.

(ale)