Sindir Pilkada Saat Demo Wali Kota, Buruh Depok: Kaya Pengemis!

Aksi unjuk rasa buruh di Kota Depok (DepokToday.com)
Aksi unjuk rasa buruh di Kota Depok (DepokToday.com)

DepokToday- Sejumlah buruh kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota, Jalan  Margonda, Depok pada Rabu, 24 November 2021. Sama seperti sebelumnya, demo kali ini pun soal tuntutan kenaikan Upah Minimum Kota (UMK). Nah saat berorasi, buruh sempat menyindir sikap orang nomor satu di kota tersebut.

Salah seorang koordinator aksi, Rudi Gunawan mengungkapkan, selain masalah Undang-Undang Cipta Kerja, pada aksi ini kaum buruh Kota Depok kembali menuntut kenaikan UMK sebesar 10 persen.

“Iya karena pemerintah sekarang menganjurkan kenaikan upah ini menggunakan PP 36, dimana PP 36 ini sangat merugikan kepentingan buruh. Jadi kita meminta untuk di atas itu,” katanya pada awak media.

Baca Juga: Mabes Polri Bidik Mafia Tanah, Pemkot Depok Jangan Cuci Tangan  

Menurut dia, kebijakan PP 36 tak berpihak pada kaum buruh. “Karena kalau dari PP 36 itu kenaikan hanya 1, sekian persen,” keluhnya.

“Jadi sangat tidak layak bagi kaum buruh yang mana 2 tahun ini sudah cukup susah karena banyak yang di rumahkan, pemotongan gaji, makanya kami berharap kenaikan bisa 10 persen,” sambungnya.

Lebih lanjut Rudi berharap, jika Gubernur Jawa Barat menerapkan PP 36, maka Wali Kota Depok bisa melakukan intervensi atau solusi yang pro buruh.

“Pak Wali kan bisa memberikan solusi lain untuk meringanakan beban buruh. Misalnya ada kebijakan jaminan sosial yang diberikan pada kaum buruh.”

Orasi Menohok Buruh Depok

Sementara itu, dalam orasinya, salah seorang buruh juga sempat menyindir sikap Wali Kota Depok lantaran dianggap tidak peka dengan aksi demo ini.

“Masa Pemkot Depok nggak mau terima anak-anaknya (buuh). Apa kita masuk ke dalam nih.”

Baca Juga: Catat! Uji Coba Ganjil Genap Jalan Margonda Mulai 4 Desember, Ini Jamnya

Dalam orasinya, pria tersebut juga sempat melontarkan pernyataan yang cukup menohok untuk sang kepala daerah.

“Jangan giliran ada kepentingan dekati kaum buruh, minta suara buruh, ngemis suara buruh, kaya pengemis. Giliran sekarang mau ketemu aja susah, ngumpet. Apa karena 2024 sudah nggak mau maju lagi jadi sudah nggak ada kepentingan. Tolong ini kaum buruh diperhatikan,” teriaknya melalui pengeras suara.

Sementara itu, pantauan DepokToday.com melaporkan, aksi para buruh ini mendapat pengalawan ketat apparat dan sempat membuat arus lalu lintas dari arah Citayam maupun sekitarnya yang menuju Jakarta macet.

Selain berorasi, masa peserta aksi juga membawa spanduk kecaman dan atribut pekerja. (rul/*)