Sidang Perkara Perbuatan Melawan Hukum, Karno Mangkir Lagi di PN Depok

KOTA KEMBANG-Sidang dugaan lanjutan Perbuatan Melawan Hukum di Pengadilan Negeri Kota Depok dengan tergugat, Leo Ferdiansyah dan Karno Sumardo.(DepokToday/Hen)

KOTA KEMBANG-Sidang dugaan lanjutan Perbuatan Melawan Hukum di Pengadilan Negeri Kota Depok dengan tergugat, Leo Ferdiansyah dan Karno Sumardo, kembali ditunda.

Penundaan sidang tersebut karena Karno Sumardo mangkir dalam sidang kedua, sementara tergugat lainnya Leo Ferdiansyah hadir di ruang sidang.

“Dikarenakan saudara Karno tidak hadir maka sidang kami tunda,” kata Ketua Hakim Sidang, Muhammad Iqbal Hutabarat.

Pengadilan Negeri akan kembali memanggil Karno Sumardo agar bisa menghadiri sidang lanjutan.

Karno Sumardo dan Leo Ferdiansyah pada Selasa(23/6/2020) kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kota Depok.

Kedua nama tersebut diduga sebagai orang dibalik perlawanan pihak ketiga yang mengakibatkan tertundanya eksekusi deklarasi Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, dibawa ke ranah hukum Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok oleh PT Petamburan Jaya Raya (PT PJR).

Kuasa Hukum PT Petamburan Jaya Raya, Richard Yosafat, kepada wartawan mengatakan, dua warga yang dimaksud adalah Karno Sumardo dan Leo Ferdiansyah.

“Kedua orang ini digugat oleh klien kami PT Petamburan Jaya Raya selaku pemilik Pasar Kemirimuka yang sah sesuai hukum di Pengadilan Negeri Kota Depok,” katanya.

Kliennya sudah mendaftarkan ke Pengadilan Negeri Kota Depok dengan No 70/pdt.G/2020/ PN Depok dimana sidang pertama sudah dilaksanakan pada Rabu (10/6/2020).

Namun sangat disayangkan pada sidang pertama, dan kedua salah satu tergugat Karno Sumardo tidak hadir pada pelaksanaan sidang.

Karena ketidakhadiran dua tergugat Karno Sumardo maka sidang dilanjutkan pada 30 Juni 2020 mendatang.

Dia menambahkan, kliennya memperkarakan dua orang tersebut karena diduga telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan mengajak beberapa pedagang melakukan perlawanan pihak ketiga untuk menunda eksekusi Pasar Kemirimuka milik PT PJR.

Seharusnya kegiatan deklarasi eksekusi Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok sudah dilaksanakan, namun dengan adanya pihak yang melawan putusan tersebut maka pelaksanaan eksekusi Pasar Kemirimuka tertunda, sebelum akhirnya mereka dihukum melakukan Perbuatan Melawan Hukum oleh PN Depok dan akhirnya mencabut kasasi perlawanan tersebut.

Tertundanya deklarasi eksekusi oleh Pengadilan Negeri Kota Depok mengakibatkan kliennya PT Petamburan Jaya Raya dirugikan.

Tidak hanya kliennya saja yang dirugikan akan tetapi para pedagang Pasar Kemirimuka lainnya juga dirugikan atas penundaan deklarasi pembacaan sidang di Pasar Kemirimuka.

(hen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here