Sidang Perdana Hoax Babi Ngepet, Ini Isi Dakwaan Adam Ibrahim

Adam Ibrahim tersangka penebar hoax babi ngepet dicecar jaksa. (DepokToday.com)
Adam Ibrahim tersangka penebar hoax babi ngepet dicecar jaksa. (DepokToday.com)

DepokToday- Pengadilan Negeri Depok akan menggelar sidang perdana terhadap tersangka penyebar informasi bohong alias hoax, terkait penangkapan babi ngepet. Sidang rencananya bakal berlangsung pada hari ini, Selasa 14 September 2021.

“Perkiraan kami akan dimulai pukul 10:00 WIB,” kata salah satu jaksa yang menangani kasus tersebut, Alfa Dera.

Adapun agenda sidang tersebut, adalah membacakan surat dakwaan terhadap terdakwa, atas nama Adam Ibrahim.

“Yang bersangkutan didakwa atas kasus menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran dikalangan rakyat,” katanya.

Baca Juga: Pantes Dijuluki Malaikat Pencabut Nyawa, Ternyata Ini Ciri Pasukan Yon Taifib

Untuk diketahui, Adam Ibrahim, tersangka atas kasus ini dijerat Pasal 14 ayat 1 (ancaman hukuman 10 tahun penjara) atau Pasal 14 ayat 2 (ancaman hukuman 3 tahun penjara) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 oleh kepolisian.

Adam dianggap bersalah karena telah menyebarkan berita bohong yang menyebabkan kegaduhan di masyarakat. Kasus rekayasa isu babi ngepet itu terjadi pada April 2021 lalu di Bedahan, Sawangan, Depok.

Kronologi Hoax Babi Ngepet

Pada 29 April 2021, polisi akhirnya menangkap Adam Ibrahim, yang disebut-sebut merupakan tokoh agama di kalangan setempat.

“Berawal dengan adanya cerita masyarakat sekitar merasa kehilangan uang, ada Rp 1 juta, ada Rp 2 juta. Mereka mengarang cerita dari kehilangan itu dari bulan Maret, jadi ada kurang lebih 1 bulan,” Kata Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar.

Polisi menyebut, Adam Ibrahim melakukan rekayasa ini supaya dirinya lebih terpandang sebagai tokoh kampung. Pada penyidik tersangka mengaku membeli anak babi itu secara online, dengan harga Rp 900.000 plus ongkos kirim seharga Rp 200.000.

Imran menyatakan bahwa rekayasa ini telah direncanakan oleh tersangka sejak lama. (rul/*)