Sidang Aktivis KAMI di PN Depok Kisruh, Pengacara Walk Out

Tim kuasa hukum aktivis KAMI, Syahganda Nainggolan, protes saat sidang di PN Depok (Istimewa)

CILODONG- Sidang lanjutan atas perkara dugaan ujaran kebencian atau hoax terkait Undang-undang Cipta Kerja yang menyeret aktivis Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Syahganda Nainggolan kembali digelar di Pengadilan Negeri Depok, Kamis 28 Januari 2021.

Namun sayangnya, sidang yang berlangsung sekira pukul 11:00 WIB itu diwarnai kegaduhan. Peristiwa bermula ketika tim kuasa hukum Syahganda mendesak agar hakim menghadirkan saksi secara langsung di ruang sidang, bukan secara virtual.

“Karena agak aneh sekali, bagaimana saksi ada di kantor jaksa yang jaraknya satu tembok tidak dihadirkan dengan alasan COVID, padahal ruangan sidang ini masih luas bisa dihadirkan satu persatu,” ucap koordintaor kuasa hukum Syahganda, Abdullah Alkatiri

Baca Juga: Bawa Nama Tuhan, Kapolri Ungkap Tokoh Berjasa, Siapa Dia?

Ia menilai, keputusan hakim soal tidak diijinkannya saksi hadir secara langsung adalah sebuah kejanggalan.

“Ini tidak wajar dan ini ada apa. Kami pertanyakan itu berkali-kali. Kalau hanya kepentingan COVID, hanya menghadirkan satu orang untuk duduk di depan, dengan di kejaksaan apa bedanya,” tutur dia

Mendengar tudingan tersebut, hakim menegaskan bahwa pihaknya hanya menjalankan protokol kesehatan. Hakim berpendapat, kehadiran saksi dapat berpotensi menimbulkan terjadinya kerumunan.

“Kami tidak ada kepentingan apa-apa, itu perlu diingat ya pak. Kami menjalankan sesuai protokol kesehatan, tidak lain. Ya kami sudah berpendapat tidak bisa dihadirkan,” kata ketua hakim dalam persidangan

Rupanya penjelasan itu tak dapat diterima oleh kuasan hukum Syahganda. Alhasil, perdebatan antara hakim dan tim pengacara pun berlangsung alot.

Kedua belah pihak bersikeras dengan argumennya masing-masing. “Kami berwenang atas jalannya persidangan,” kata hakim.

Tak puas dengan pernyataan tersebut, sejumlah pengacara yang membela Syahganda pun memilih walk out dalam persidangan tersebut.

“Atas nama terdakwa kami dari penasihat hukum walk out dan menyatakan keberatan atas hal tersebut (tidak dihadirkannya saksi dalam persidangan secara langsung).”

Belum diketahui secara pasti sidang akan kembali dilanjutkan pada hari apa. Sebab, baik hakim maupun tim pengacara terdakwa langsung membubarkan diri.

Untuk diketahui, salah satu aktivis KAMI, Syahganda Nainggolan menjadi tersangka atas kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian atau hoaks hingga menyebabkan aksi menolak Undang-undang Cipta Kerja yang sempat berujung ricuh, beberapa waktu lalu. (rul/*)