Setelah Kabur, Terungkap Fakta Kalau Rachel Vennya Tidak Seharusnya Dapat Fasilitas RSDC Wisma Atlet

Selebgram Rachel Vennya. (Instagram/Rachelvennya)
Selebgram Rachel Vennya. (Instagram/Rachelvennya)

DepokToday – Setelah sebelumnya dinyatakan kabur saat sedang menjalani karantina di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Pademangan, adalagi tudingan bahwa selebgram Rachel Vennya masuk kesana tidak sesuai prosedural.

Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) COVID-19 Wisma Atlet melalui Kapendam Jaya, Kolonel Arh. Herwin BS mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara Rachel Vennya tidak berhak mendapatkan fasilitas repatriasi karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan, namun ada seorang oknum TNI yang memfasilitasi itu.

“Dari hasil penyelidikan sementara, terdapat temuan bahwa ada oknum anggota TNI bagian Pengamanan Satgas di Bandara yang melakukan tindakan Non Prosedural,” kata Herwin melalui keterangan persnya, Kamis 15 Oktober 2021.

Herwin mengatakan, mengacu pada Keputusan Ka Satgas COVID-19 No.12/2021 tanggal 15 September 2021, bahwa yang berhak mendapat fasilitas repatriasi karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan adalah pertama, para pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia dan menetap minimal 14 hari di Indonesia.

Kedua, Pelajar/Mahasiswa Indonesia setelah mengikuti pendidikan atau melaksanakan tugas belajar dari Luar Negeri dan, ketiga, pegawai Pemerintah RI yang kembali ke Indonesia setelah melaksanakan perjalanan dinas dari Luar Negeri.

“Pada Kasus selebgram Rachel Ven menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak berhak mendapat fasilitas tersebut,” kata Herwin.

Lebih lanjut Herwin mengatakan, masih melakukan pendalaman atas dugaan adanya oknum anggota TNI yang bermain dibalik peristiwa ini. Karena, anggota itu pula lah yang diduga turut membantu Rachel Vennya kabur.

“Oknum anggota Pengamanan Bandara Soetta dari TNI berinisial FS, yang telah mengatur agar Selebgram Rachel Ven dapat menghindari prosedur pelaksanaan karantina yang harus dilalui setelah melakukan perjalanan dari Luar Negeri,” kata Kapendam Jaya.

Herwan melanjutkan, atas perintah Pangdam Jaya selaku Pangkogasgabpad COVID-19 Wisma Atlet, maka proses pemeriksaan dan penyidikan terhadap oknum anggota TNI tersebut akan dilakukan secepatnya.

“Penyelidikan juga akan dilakukan terhadap tenaga sektor kesehatan, tenaga pengamanan dan penyelenggara karantina lainnya agar diperoleh hasil yang maksimal sebagai bahan evaluasi,” kata Herwan.

Sebelumnya viral di media sosial, Rachel Vennya yang baru pulang dari Amerika Serikat bersama kekasihnya Salim Nauderer, kabur saat sedang menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan. Seharusnya Rachel dan Salim menjalani karantina selama 8 hari sesuai aturan Satgas COVID-19, tapi baru tiga hari keduanya sudah tidak berada di Wisma Atlet.

Belakangan diketahui juga, saat dilakukan pemeriksaan di Bandara Soetta, keduanya sudah ada inisiatif kabur. (ade/*)