Setahun Berlalu, Kejari Ogah Komentari Kasus Korupsi Nur Mahmudi

Kejari Depok (Istimewa)

SUKMAJAYA– Kepala Kejaksaan Negeri Kota Depok, Yudi Triadi menolak untuk memberi keterangan terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail usai ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian sejak Agustus 2018, lalu.

          Yudi mengaku, salah satu alasannya menolak memberi penjelasan perihal kasus tersebut karena saat ini Kota Depok sedang memasuki tahun politik.

          “Soal itu (Nur Mahmudi) no coment dulu, ini tahun politik, no coment,” katanya saat memperingati hari anti korupsi dunia di kantornya, pada Senin 9 Desember 2019

          Namun yang jelas, Yudi berjanji pihaknya akan terus menindaklanjuti kasus tersebut. “Kasus korupsi di Depok sambil jalan, awal tahun nanti kita lihatlah. Kan saya bilang dari kemarin, saya konsolidasi ke dalam dulu. Nanti tetap sesuatunya kita tindaklanjuti.”

Lebih lanjut dirinya mengatakan, kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok saat ini masih dalam proses penyelidikan. “Jadi sabar dulu, tinggal tunggu saja. Nanti pasti ada waktunya,” kata dia

Sementara itu, terkait dengan peringatan hari anti korupsi, Yudi dan jajarannya mengundang sejumlah pelajar di Kota Depok untuk ikut mendukung pemberantasan korupsi. Beberapa hal yang bisa dilakukan kaum milenial, kata Yudi adalah dengan membiasakan diri untuk berprilaku jujur dan menjauhi gaya hidup mewah.

“Sebagi pelajar hendaknya kalian harus menjauhi hal-hal yang berbau korupsi. Salah satunya saya sampaikan harus membiasakan diri jangan mencontek hidup, kita harus hidup jujur dan tidak membebani orangtua dengan gaya hidup mewah.”

Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna mengaku, pihaknya akan mendukung penuh langkah yang dilakukan Kejaksaan Negeri Depok, salah satunya dalam hal penanganan kasus korupsi.

“Ini kerja dengan sinergi yang baik sehingga pada akhirnya kita harus saling suport dengan banyak hal, yang kaitannya dengan rambu.”

Pradi mengatakan, pihaknya saat ini sedang fokus pada fungsi pencegahan atas kasus korupsi.

“Oleh karena itu, kami (Pemerintah Kota Depok) lebih mengedepankan membangun komunikasi dengan sahabat-sahabat vertikal, seperti kepolisian, kejakasaan, sesuai instruksi pusat kita lebih kepada pola pencegahan,” ujarnya

Kemudian, Pradi juga mengapresiasi langkah atau kebijakan Kejaksaan Negeri Depok yang telah merangkul generasi milenial untuk terlibat aktif dalam hal pencegahan korupsi.

“Kita mulai dari ini, hidup yang jujur. Mana tahu adik-adik kita tertular dengan pemimpin yang jujur dan bersih. Nah ini harus terealisasi kedepannya,” kata dia (rul/*)