Sesak Nafas atau Asma Disebabkan Gangguan Jin, Ini Penyebabnya   

Ilustrasi sesak nafas atau asma (Foto: Istimewa)
Ilustrasi sesak nafas atau asma (Foto: Istimewa)

DepokToday- Sesak nafas atau asma adalah penyakit yang cukup mengerikan, karena beresiko mengakibatkan kematian. Banyak yang menganggap, penyakit pada bagian paru-paru tersebut dikarenakan faktor keturunan orangtua.

Lantas seperti apakah pandangan Ustad Dhanu terkait hal tersebut. Menurut pendakwah yang terkenal mampu mengobati penyakit non medis itu, sesak nafas atau asma sangat erat kaitannya dengan akhlak seseorang.

“Asma itu bisa dari ketakutan yang berlebihan, kaget mendadak, kemudian ingat hal yang tak enak. Nah pada ibu hamil, biasanya kalau punya kandungan ini, dia nggak sadar memasukan karakter itu pada anaknya. Sehingga anaknya lahir sesak nafas,” katanya dikutip DepokToday.com dari channel YouTube Ustad Dhanu official pada Jumat, 22 Oktober 2021.

Baca Juga: Lagi, Perempuan Jadi Korban Pelecehan di Jalan Margonda Depok

Faktor lainnya, kata Dhanu, bisa jadi wanita tersebut punya perasaan kecewa dengan orangtua dan memendam kekesalan.

“Merasa jengkel dengan orangtua atau mertua tapi marahnya diam. Nah itu sama, itu akan menjadikan asma nah tipe ini biasanya kalau punya anak, asma anaknya susah disembuhkan,” ujarnya.

“Ada sih yang bisa sembuh tapi karakter anaknya asal jangan ikut ibunya, asal ikut bapaknya yang happy aja kalau punya masalah,” sambungnya.

Penyebab Mistik Sesak Nafas atau Asma

Lebih lanjut Ustad Dhanu mengungkapkan, kebanyakan di Indonesia penyebab asma atau sesak nafas disebabkan karena ilmu turunan dari nenek moyang atau leluhur.

“Yang paling banyak ilmu turunan dari orangtua sebelumnya masuk ke anak, kemudian ada ilmu musuhnya yang masuk juga ke anak itu karena benci. Misalnya kakeknya punya ilmu, kemudian musuhnya juga punya ilmu nah saling benci, dendam. Itu bisa juga anak keturunannya punya asma,” kata Dhanu.

Baca Juga: Tumbal Pesugihan Rata-rata Incar Wanita, Gejalanya Mirip Sakit Maag

Menurut dia, ilmu gaib seperti itu bisa terus mengikut pada turunan orang tersebut. Terlebih jika leluhurnya punya musuh.

“Suatu ketika ilmu itu turun ke cucu, nah ilmu musuhnya ngejar cucu. Jadi pertemuan ilmu ini bisa jadi asma dengan kecendrungan si anak ini punya sifat kalau marah di diemin. Nah asma di Indonesia rata-rata karena itu,” tuturnya.

“Ilmu yang menurun ke anak cucunya diserang ilmu lawannya. Itu semua masuk ke dada, nggak bisa keluar. Ini ilmu yang memang teman-teman dokter nggak tahu, tahunya sesak aja,” timpalnya lagi.

Baca Juga: Wow! Kemenhub Dukung Operasional Mobil Terbang Atasi Macet Depok

Ustad Dhanu menegaskan, untuk mengobati kasus tersebut, sebaiknya jangan datang ke paranormal. Karena yang ada justru akan semakin parah.

“Obat yang ada selama ini meredakan sementara tidak selamanya. Sembuh itukan yang nggak kumat lagi.”

Cara Menyembuhkan

Kasus seperti ini, kata Ustad Dhanu, akan kembali kambuh karena ada sifat emosional. Satu-satunya cara adalah melepaskan makhluk yang ada pada tubuh si penderitanya.

“Nah itu makhluk (jin) ini harus dilepaskan. Orang yang sering baca amalan itu ilmunya akan masuk ke anak dan cucunya. Boleh di tes. Nah dia amalan itu ilmu, apalagi kalau niatnya untuk duniawi ya udah (jin) masuk ke tubuh.”

Ia mencontohkan, misalnya menggunakan amalan untuk penglaris usaha. Amalan-amalan yang dibacakan itu akan mendatangkan jin.

“Ya memang seperti itu. Orang itu kalau punya niat duniawi ya jin tahu, ya kaya semacam punya sinyalah jin itu. Dia tahu. Istilanya frekuensinya ditebar. Nah jin-jin itu tahu.”

Baca Juga: 11 Puskesmas di Depok Kini Punya Serum Anti Bisa Ular, Ini Jenisnya

Dengan sederet penjelasan tadi, Ustad Dhanu menyimpulkan bahwa asma bisa disebabkan karena adanya makhluk gaib yang menyerang tubuh seseorang karena amalan, atau ilmu-ilmu leluhur.

Jika makhluk tersebut dikeluarkan maka dada akan terasa plong atau legas untuk bernafas. Caranya menyebuhkannya mohon pada Allah.

“Di doakan kalau ada peperangan di dadanya si anak. Doanya kira-kira begini, ya Allah mohon ampuni dosa orangtua sebelum kami, dan ilmu dari orangtua kami lepaskanlah, dan ilmu yang berperang dengan ilmu orangtua kami lepaskanlah. Insya Allah sembuh.” (rul/*)