Serma Halima, Tentara Cantik AS yang Diandalkan Hadapi Perwira TNI

Serma Halima (Istimewa)
Serma Halima (Istimewa)

DepokToday- Seorang tentara wanita US Army, Serma Halima Fairchild baru-baru ini mencuri perhatian publik. Itu lantaran selain karena parasnya yang cantik, dia ternyata juga fasih berbahasa Indonesia.

Halimah adalah satu dari sejumlah tentara Amerika yang terpilih untuk mengikuti latihan bersama TNI AD, bertajuk Garuda Shield 2021. Ia mengaku, banyak pengalaman yang tak terlupakan dari kegiatan tersebut.

Wanita yang akrab disapa Halimah itu mengaku, sejumlah pasukan TNI sempat kaget dan tak menyangka jika dirinya bisa berbahasa Indonesia dengan cukup lancar.

“Pertama kali saya bertemu TNI AD dan saya berkata saya bisa berbicara Bahasa Indonesia mereka berkata wah Anda mempunyai kulit putih, Anda bisa bicara bahasa Indonesia? Saya berkata ya saya bisa,” kata Halimah Fairchild dalam video yang diunggah TNI AD dikutip pada Rabu 1 September 2021.

Halimah menjelaskan, tugasnya saat di Latma Garuda Shield ialah membantu para petinggi militer US Army dan TNI AD ketika menggelar rapat dan menemukan kosa kata yang sulit diterjemahkan.

“Ada beberapa kosa kata yang rumit dalam Bahasa Inggris dan saya akan terjemahkan dan mungkin mencari kosa kata lebih baik untuk menjelaskannya,” katanya dikutip dari okezone.

Di momen ini, Halimah juga berkesempatan bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa dan sang istri Hetty. Halima pun sempat kaget ketika diberitahu bahwasanya akan bertemu dengan orang nomor satu di jajaran TNI AD tersebut.

“What saya akan bertemu dengan KSAD? Dia dengan pangkat tinggi sekali, tugas tinggi sekali, saya hanya rendah sekali. Itu adalah kesempatan yang baik tetapi saya cukup gugup dan khawatir karena dia penting,” katanya.

Baca Juga: Mulai 7 September, Wali Kota Depok Wajibkan Perkantoran Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Tapi, kegugupan yang menderanya perlahan memudar ketika sudah berbincang langsung dengan Andika. Menurutnya, Andika adalah sosok yang baik dan ramah karena mau bertemu dengannya yang merupakan seorang prajurit berpangkat rendah.

“Ketika saya bicara dengan dia (KSAD), dia berkata, biasanya tak ada banyak orang yang berasal dari Amerika yang bisa bicara bahasa Indonesia dan mau belajar sejarah Indonesia. Tetapi Anda mau,” jelasnya.

Halima mengatakan, jika wabah COVID-19 berakhir, ia akan menyempatkan diri untuk mengunjungi lagi Indonesia. Di waktu tersebut, dirinya akan berpergian dari satu pulau ke pulau lain untuk belajar tentang budaya Indonesia.

“Saya berharap setelah wabah Corona saya akan datang lagi dan pergi ke setiap pulau, karena saya tau setiap pulau berbeda kebudayaan dan orangnya berbeda. Saya mau belajar semuanya dan saya mau bisa berkumpul dengan orang-orang,” ujarnya.

Keinginan Sersan Halima di Indonesia

Secara spesifik, daerah yang akan pertama kali dia kunjungi adalah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Halima mengaku tertarik dengan budaya Yogyakarta lantaran terdapat keraton dan wilayahnya masih dipimpin oleh seorang Sultan.

“Saya mau pergi ke Yogyakarta, karena saya pikir sejarahnya menarik sekali dan cukup berbeda. Karena masih ada keraton dan sultan di sana, itu menarik sekali. Saya juga mendengar sultan ke depannya adalah wanita dan saya pikir itu adalah berbeda sekali karena tak sesuai dengan sejarah saat ini.” (rul/*)