September, Tilang Elektronik Berlaku di Depok

Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Erwin Aras Genda (Istimewa)

MARGONDA– Data kepolisian mencatat, jumlah pelanggar yang ditindak selama 12 hari Operasi Patuh Jaya digelar di Kota Depok mencapai 7.200 orang. Tingginya angka tersebut membuat petugas berencana memasang tilang elektronik.

“Kami informasikan bahwa pelaksanaan operasi patuh Jaya 2020 yang dilaksanakan pada tanggal 22 Juli sampai saat ini evaluasinya adalah Depok menjadi penyumbang terbesar pelanggaran yang ada di wilayah DKI dan sekitarnya,” kata Kasat Lantas Polres Metro Depok, Komisaris Polisi Erwin Aras Genda, Selasa 4 Agustus 2020

Dari angka tersebut, dimana didominasi oleh pelanggaran melawan arus dengan jumlah pelanggar mencapai sekira 2.600 orang yang dikenakan sanksi tilang, dan 4.600 pelanggar lagi dikenakan sanksi teguran simpatik

Erwin mengaku, data ini menjadi evaluasi. Salah satu yang jadi perhatiannya rendanya kesadaran masyrakat akan tertib berlalu lintas. Hal itu ditandai dengan tingginya jumlah pengendara yang nekat melawan arus.

“Oleh karena itu kita mengantisipasi, bekerjasama dengan Pemkot bulan depan kita akan melaunching pemberlakuan tilang elektronik, mengedepankan hasil kamera e-tle,” ujarnya

Erwin menyebut, rencana itu telah melalui serangkaian kajian bersama Ditlantas Polda Metro Jaya, dan survei dari vendor.

“Harapan kami Minggu depan pemasangan sarana dan prasarana, sehingga pertengahan September e-tle ini bisa dilaunching.”

Adapun titik yang menjadi target pemasangan tilang elektronik atau e-tle adalah di kawasan Margonda dan di Jalan Raya Bogor.

“Pertama kita prioritaskan ada di simpang Margonda-Juanda, mungkin juga akan kita lengkapi e-tle di Cisalak (Jalan Raya Bogor), dan daerah-daerah yang sering kita jumpai melawan arus. Ini menjadi sasaran pertama program ini,” ujarnya

Erwin menjelaskan, pemasangan e-tle akan dibagi dalam tiga tahap. Untuk tahap 1 diberlakukan pada September, kemudian dilanjut pada 2 November, dan 3 Februari 2021.

“Harapannya nanti setelah Februari 2021 sebagian Kota Depok sudah dilengkapi dengan kamera e-tle, itu sangat bagus untuk efek jera dan mendisiplinkan masyarakat,” paparnya

Lebih lanjut Erwin mengimbau masyrakat agar kedisiplinan didasari pada kepatuhan hukum demi keamanan bersama, bukan karena takut dengan petugas. “Harapannya dengan adanya e-tle mereka kan diawasi 24 jam. Siapapun pelanggar yang terpotret tentu akan dikirim ke kediaman masing-masing, sesuai identitas kendaraan yang ada,” katanya. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here