Sepekan PSBB Proporsional, Penderita Covid di Depok Kian Bertambah

Petugas medis dari BIN mengawasi peserta rapid test di Depok (Istimewa)

MARGONDA– Pemerintah Kota Depok telah menetapkan masa transisi adaptasi kebiasan baru berbasis Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional sejak lebih dari sepekan terakhir. Namun sayangnya, angka terkait kasus Covid-19 di kota itu masih terus bertambah.

Data Gugus Tugas setempat mencatat, sampai saat ini jumlah orang terkonfirmasi positif bertambah 8 kasus dengan total mencapai 611 orang pada periode Rabu, 10 Juni 2020. Pasien positif Covid-19 yang meninggal pun kembali bertambah 2 kasus, sehingga totalnya sampai dengan saat ini mencapai 32 orang.

Namun demikian, mereka yang berhasil sembuh pun bertambah dengan total 338 orang. Selain data tersebut, Gugus Tugas juga mencatat kasus terbaru pada sejumlah kategori. Di antaranya, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah 10 kasus dengan total mencapai 1.924 orang. Selesai pemantauan 1.350 orang.

Kemudian, mereka yang masih dalam pemantauan 574 orang. Berikutnya, untuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) naik 10 kasus, menjadi 3.821 orang.

Terkait angka itu, selesai pemantauan 3.075 orang. Dan mereka yang masih dalam pemantauan terkait kasus itu 746 orang. Selanjutnya, kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih diposisi 1.455 orang. Kemudian mereka yang selesai pengawasan untuk kasus itu 1.107 orang. Masih terkait angka tersebut, jumlah orang dalam pengawasan 348 orang.

“Untuk OTG yang selesai pemantauan hari ini (kemrin-red) bertambah 30 orang dan ODP 28 orang, sedangkan untuk PDP yang selesai pengawasan bertambah 16 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana dikutip pada Kamis 11 Juni 2020. Sedangkan untuk PDP yang meninggal dunia 91 orang.

Namun demikian, status PDP merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena masih harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kemenkes RI.

“Diharapkan tidak ada yang memberikan stigma negatif kepada warga dan keluarga terdampak,” ucap Dadang

8 Wilayah Nihil Kasus Tambahan

Berkenaan dengan sebaran kasus konfirmasi positif berdasarkan kelurahan, lanjut Dadang, sampai dengan Rabu 10 Juni 2020, terdapat 8 kelurahan yang tidak memiliki kasus konfirmasi positif.

Sejumlah wilayah itu yakni, Kelurahan Bojongsari Baru, Kelurahan Bojongsari Lama, Kelurahan Duren Seribu, Kelurahan Krukut, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kelurahan Curug Bojongsari, Kelurahan Harjamukti dan Kelurahan Kukusan.

“Akan tetapi posisi ini dapat berubah jika dikemudian hari ditemukan kasus baru, sehingga diperlukan partisipasi aktif semua pihak agar tidak terjadi penambahan kasus kembali.” (rul/*)