Sepekan Lebih PPKM Darurat di Depok, BOR RS Masih Tinggi

RSUD Depok menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID Depok. (DepokToday.com)
RSUD Depok menjadi salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID Depok. (DepokToday.com)

DEPOK – Hampir 12 hari atau lebih dari seminggu pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, namun, bed occupancy ratio atau BOR RS di Kota Depok belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita menyebutkan, saat ini untuk BOR ICU masih 95.62 persen keterisian tempat tidur. Sedangkan, untuk tempat tidur isolasi berada di 89.76 persen.

Jumlah tersebut kata Novarita, sebetulnya sudah mengalami penurunan jika dibandingkan dengan masa awal pemberlakukan kebijakan ini. Tapi dia mengakui, kalau jumlah penurunannya belum signifikan. “Turun sedikit (BOR), karena kasus waktu itu 1000-an, sekarang 700-an,” ungkap dia dilansir Selasa 14 Juli 2021.

Baca juga : Tren Kematian COVID Bergeser ke Usia Produktif, Faktor Ini Penyebabnya

Namun kata dia, sebetulnya angka penurunan bor ini paling besar dipengaruhi oleh adanya upaya penambahan tempat tidur ICU dan juga Isolasi. “Kalau penurunan bor, kita mengkonversi tempat tidur. Tempat tidur non covid menjadi covid. Ketika kita memperbanyak tempat tidur otomatis bor turun,” ucap dia.

Dirinya berharap, BOR dapat terus turun pada pekan ini, atau paling tidak bisa terlihat lebih baik lagi pada pekan depan. “Iya mudah-mudahan kita terus berusaha,” harap dia.

Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum memastikan, pemerintah provinsi juga berusaha memenuhi kebutuhan ruang perawatan khusunya bagi pasien positif COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri.

Kordinasi Turunkan BOR RS

Baca juga: [Update] Data BOR Rumah Sakit di Kota Depok, Selasa 13 Juli 2021

Menurut UU, untuk di Kota Depok pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah kota dalam upaya menambah lokasi ruang perawatan atau dengan kata lain mereka juga berupaya menurunkan BOR RS di Depok.

“Depok akan ditambah di tempat-tempat lain, ini solusi yang bagus. Insya Allah kami akan berkoordinasi sesuai arahan pak Gubernur bersama pak Wali Kota supaya untuk meyakinkan tambahan bagi tempat isolasi di Kota Depok,” ucap UU dalam keterangannya.

Pemerintah Jawa Barat kata dia, juga telah menginstruksikan kepada puskesmas untuk menyediakan ruang tambahan bagi pasien COVID. “Lalu selanjutnya puskesmas harus menyediakan tempat perawatan dan RT atau RW harus menyediakn isoman di daerahnya masing-masing,” ucap dia. (lala/*)