Sengketa Pasar Kemirimuka, PT Bandung Tolak Banding Pemkot Depok

Warga tertidur pulas di atas meja lapak pedagang di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji.(DepokToday/Aji)

BEJI-Sidang pengajuan banding Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terhadap PT Petamburan Jaya Raya (PJR) terkait sengketa lahan Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, ditolak Pengadilan Tinggi (PT) Bandung, Jawa Barat.

Kuasa Hukum PT Petamburan Jaya Raya, Hendropriyono and Associate Hukum Ade Putra, kepada wartawan pada Rabu (29/1/2020) mengatakan, pembacaan putusan sidang banding dilakukan pada 16 Desember 2019 yang diketuai oleh hakim ketua Firzal Arzy.

“Dengan banding Pemkot Depok ditolak di Pengadilan Tinggi Bandung maka klien kami sudah menang 9-0 atas Pemkot Depok terkait Pasar Kemirimuka,” ucapnya.

Kasus ini bermula saat Pemkot Depok melalui bagian Hukum melakukan gugatan kepada PT Petamburan Jaya Raya dengan nomor Perkara 272/pdt/2018 terkait Pasar Kemirimuka di Pengadilan Negeri Kota Depok.

Namun gugatan yang dilakukan Pemkot ditolak oleh Pengadilan Negeri Kota Depok karena sebelumnya Pemkot Depok melakukan hal yang sama yang ditolak juga oleh Pengadilan Negeri.

Dengan ditolak kemudian melakukan banding ke Pengadilan Tinggi Bandung dengan nomor perkara 517/PDT/2019/PT BDG Jo.

Namun gugatan tersebut ditolak, bahkan Pengadilan Tinggi Bandung nomor Perkara 517/PDT/2019/PT BDG Jo.

Gugatan Perkara No 272/Pdt.G/2018/PN Depok bila dikaitkan dengan perkara
No 36/Pdt.G/2009PN Bogor Tanggal 29 Maret 2010 Jo No 256/Pdt/2010 mengenai subyek, obyek putusan yang sebelumnya dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Maka Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Bandung dapat menyetujui dan membenarkan putusan Negeri Kota Depok karena dalam pertimbangan hukumnya telah memuat dan menguraikan dengan tepat dan benar semua keadaan.

Dengan putusan tersebut maka Pengadilan Negeri Kota Depok sepatutnya untuk segera melakukan eksekusi lahan Pasar Kemirimuka, karena eksekusi sudah tertunda lama.

Bahkan keputusan eksekusi Pasar Kemirimuka sudah Incrach dari Mahkamah Agung namun PN Depok belum berani melakukan eksekusi.

Pihaknya meminta kepada Pengadilan Negeri Depok untuk menindak lanjuti hasil dari Keputusan Pengadilan tersebut untuk mengeksekusi pasar Kemirimuka.

“Eksekusi disini bukan berarti ekseskusi penggusuran, akan tetapi hanya pembacaan deklarasi. Tidak menggusur pedagang, pedagang masih tetap berjualan seperti biasa,” simpulnya.(aji)