Sengketa Menahun, Lahan di Jalan Dewi Sartika Dieksekusi PN

Lahan dieksekusi di Jalan Dewi Sartika. (Foto: Depok Today)
Lahan dieksekusi di Jalan Dewi Sartika. (Foto: Depok Today)

DepokToday – Bangunan beserta lahan seluas lebih dari 1.000 m2 di Jalan Dewi Sartika, Kecamatan Pancoranmas, dieksekusi oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok, pada Kamis 14 Oktober 2021. Dalam eksekusi lahan ini, Kepolisian, TNI dan Satpol PP medampingi PN Depok.

Panitera PN Kota Depok, Eko Suharjono menyebutkan, pihaknya menjalankan putusan yang telah inkrah di pengadilan. Perjalanan kasus sampai pada tahap Mahkamah Agung.

“Jadi saya perlu jelaskan antara dua pihak ini memang sudah berjalan sesuai dengan tahapan, baik dari PN, PT, Mahkamah Agung demikian kami jelaskan, di Pengadilan Negeri sudah dikabulkan, di Pengadilan Tinggi dikuatkan, di kasasi juga dikuatkan dan di PK juga demikian. Jadi saya sampaikan, kami menjalankan keputusan Mahkamah Agung,” papar Eko disela kegiatan eksekusi lahan.

Ketika nantinya akan keberatan atau adanya proses hukum yang tengah berjalan, pihaknya akan kembali menjalankan semua keputusan hukum yang ada.

“Kalau demikian ada pihak yang berkeberatan silahkan mengajukan upaya hukum sesuai dengan mekanisme yang ada kalau memang dikemudian hari memang yang dinyatakan, tadi disampaikan saya punya sertifikat ya silahkan dibuktikan. Ini artinya kalau sekarang bicara sertifikat itu tidak akan kelar,” papar dia.

Baca Juga: Hati-Hati Loh Konsumsi Pepaya Berlebih, Ternyata Bisa Timbul Penyakit Ini

Sementara itu, kuasa hukum pemenang sengketa, Mayang menyebutkan, jika pada proses hukum yang telah berjalan, pihaknya telah mendapat keputusan hukum yang tetap. Karena itu, tidak ada lagi alasan untuk menunda proses eksekusi ini.

Lahan Dieksekusi Bukan yang Pertama

“Jadi ini kami sudah melakukan upaya hukum sejak yang pertama kali. Ini ada perkara pokok dan kami sudah melakukan hingga tingkat peninjauan kembali. Dalam perkara pokok sudah dinyatakan bahwa tanah dan bangunan ini milik Samuel klien kami, sehingga kami sudah berhak melakukan eksekusi,” sebut dia.

Upaya lahan dan bangunan yang dieksekusi kata dia, bukan kali ini saja dilakukan, sebelumnya upaya ini telah dilakukan,namun upaya itu gagal karena mendapat perlawanan.

“Ketika eksekusi pertama dulu akan dilakukan, mereka melakukan perlawanan. Perlawanan itu dilakukan sudah sampai ke tingkat kasasi, dan itu sudah kami lalui semua,” jelas dia.

Sengketa ini juga berlangsung sejak 2015 silam, proses negosiasi juga dilakukan beberapa kali, tapi memang tidak ada keputusan yang dapat disepakati.

“Proses-proses negosiasi sudah dilakukan dengan keluarga sebetulnya. Ini kan sengketa keluarga sebetulnya. Bila sudah dilakukan proses negosiasi namun tidak mencapai kesepakatan,” ucap dia. (lala/*)