Sempat Bikin Heboh Se-Indonesia, Ini Kelanjutan Kasus Babi Ngepet Depok

Adam Ibrahim tersangka penipuan modus babi ngepet (Istimewa)
Adam Ibrahim tersangka penipuan modus babi ngepet (Istimewa)

DepokToday- Masih ingat dengan kasus babi ngepet di Sawangan, Depok, yang viral dan sempat bikin heboh se-Indonesia beberapa waktu lalu? Nah, kini kasusnya ternyata nggak lama lagi bakal masuk ke ranah pengadilan loh.

Ya, sejak ditetapkan sebagai tersangka tunggal pelaku penipuan tersebut, kini berkas perkara yang menjerat Adam Ibrahim, sudah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Negeri Depok.

Itu artinya, tak lama lagi dia bakal masuk ke ranah Pengadilan Negeri Depok untuk disidangkan.

Hal itu pun dibenarkan oleh Kasipidum Kejari Depok, Arif Syafrianto pada Kamis, 26 Agustus 2021. Namun untuk keterangan lebih lanjut akan disampaikan siang ini.

Baca Juga: Menguak Rekayasa Penangkapan Babi Ngepet Sawangan  

Untuk diketahui, aksi tipu-tipu yang dilakukan oleh Adam Ibrahim, terjadi pada Senin 26 April 2021.

Adam berdalih, aksinya itu dilakukan karena terinspirasi dengan sejumlah laporan kehilangan uang di lingkungan tempat tinggalnya, di Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok.

“Sehingga timbulah di hati dan pikiran saya dan kita semua ini mengatakan hal tersebut agar selesai permasalahan yang ada di tempat kita,” jelasnya.

Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar (DepokToday.com)
Kapolres Metro Depok, Kombes Imran Edwin Siregar (DepokToday.com),

Untuk memuluskan aksinya itu, Adam tak sendiri. Ia dibantu delapan orang warga sekitar. Ia bahkan membeli seekor anak babi hutan seharga Rp 900 ribu di toko online.

“Namun pada akhirnya semua berjalan dalam keadaan yang salah sangat fatal. Saya akuin itu adalah kesalahan yang sangat fatal,” ujarnya.

“Sekali lagi atas kejadian ini saya memohon maaf yang sebesar-besarnya terutama untuk warga Bedahan, seluruh warga negara Indonesia,” timpalnya lagi.

Tipu-tipu Babi Ngepet Terbongkar Polisi

Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Imran Edwin Siregar, kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. Hal itu berkaca dari kasus rekayasa babi ngepet.

Kala itu, agar tipuannya berjalan mulus, Adam membeli seekor babi di situs belanja online dengan harga Rp 900 ribu.

“Ia mengarang cerita, ada tiga orang, satu orang turun tanpa menapakan kaki, kemudian keduanya pergi naik motor tiba-tiba satu setengah jam berubah jadi babi, padahal itu tidak benar. Sudah direncanakan.”

Baca Juga: Polres Depok Bekuk Pembobol ATM, Pengelola Bank Wajib Tau Modusnya

Dari hasil introgasi sementara, diketahui Adam telah merencanakan cerita bohong itu sejak Maret lalu. Imran juga meragukan tentang kabar hilangnya duit secara misterius di wilayah tersebut.

“Tidak jelas, itu menurut mereka. Kalau sekarang logikanya, kalau hilang ya lapor polisi saja,” kata Imran

Belakangan diketahui, motif di balik kasus ini ternyata hanya karena Adam ingin terkenal di mata warga sekitar. Atas perbuatannya itu, Adam dijerat dengan pasal penipuan yang ancamannya 10 tahun penjara. (rul/*)