Semakin Overload, Berharap Ada Revitalisasi di TPA Cipayung

Gunungan sampah di TPA Cipayung semakin mengkhawatirkan. (Depoktoday.com)
Gunungan sampah di TPA Cipayung semakin mengkhawatirkan. (Depoktoday.com)

DepokToday – Kepala Unit Pelaksana Teknis TPA Cipayung, Ardan Kurniawan mengatakan, kondisi tempat sampah raksasa milik Pemkot Depok itu sudah semakin mengkhawatirkan. Gunungan sampah sudah melebihi batas wajar.

Jika batas wajarnya adalah setinggi 22 meter dari permukaan tanah, kini titik tertingginya telah mencapai 25 meter dari permukaan tanah. Begitupun dengan batas maksimal kapasitas yang seharusnya mentok di 2,5 juta meter kubik, saat ini sudah 3 juta meter kubik.

“Kondisi TPA Cipayung sudah sangat over kapasitas.” kata Ardan diwawancara belum lama ini.

Baca Juga: Revitalisasi TPA Cipayung Terancam Tertunda Tahun Ini, Sebabnya?

Ardan mengatakan, kondisi itu semakin diperparah dengan terus meningkatnya volume sampah yang masuk ke TPA Cipayung. Karena mulai Juli 2021, volume sampah meningkat menjadi rata-rata 1000 ton per hari dari sebelumnya hanya 700 ton per hari.

“Bahkan tertingginya pernah mencapai 1.100 ton sehari, tapi nggak sering,” kata Ardan.

Ardan pun menyebut, salah satu jalan keluar mengatasi persoalan TPA Cipayung adalah merevitalisasinya. Namun, rencana revitalisasi yang semestinya dilakukan tahun ini gagal dilakukan karena belum adanya bantuan dana dari pemerintah pusat.

“Kalau mengandalkan APBD nggak cukup, karena anggaran yang dibutuhkan tidak sedikit kira-kira sekitar Rp 185 miliar, anggaran dinas kita aja tidak sampai segitu,” kata Ardan.

Selain revitalisasi, kata Ardan, melakukan pengolahan terhadap sampah-sampah juga menjadi solusi. Tapi, lagi-lagi terbentur permasalahan dana. “Rencananya kita akan gunakan teknologi RDF, sedang kita upayakan untuk lelang investasi, mudah-mudahan segera bisa terwujud,” kata Ardan.

Saat ini, lanjut Ardan, belum ada sama sekali pengolahan sampah yang dilakukan di TPA Cipayung. Sampah yang tiba dari masyarakat hanya ditumpuk dan dibiarkan tanpa penanganan apapun dari pemerintah.

Padahal, sesuai dengan amanat Perda Kota Depok Nomor 13 tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah, telah mensyaratkan agar pemerintah kota melakukan sistem pengolahan sampah yang aman mulai dari TPS, UPS dan TPA. (ade/*)