Selidiki Kasus Korupsi, Jaksa Terpapar COVID-19 dari Kadis Damkar

Kasi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto menegaskan, pihaknya telah mendapat kesimpulan atas dugaan korupsi Dinas Damkar Depok. (Foto: Depoktoday.com)
Kasi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto menegaskan, pihaknya telah mendapat kesimpulan atas dugaan korupsi Dinas Damkar Depok. (Foto: Depoktoday.com)

DepokToday – Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto mengatakan lamanya proses penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok atau korupsi damkar disebabkan banyak jaksa penyelidik terpapar COVID-19.

Jaksa penyelidik dari seksi tindak pidana khusus Kejari Depok tersebut terpapar COVID-19 dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Gandara Budiana saat dilakukan pemanggilan.

“Perlu diketahui bahwa teman-teman pidsus (pidana khusus) baru sembuh dari COVID-19, karena tertular dari kadis damkar yang pada saat diperiksa ternyata positif COVID-19,” kata Herlangga kepada wartawan, Rabu 4 Agustus 2021.

Selain itu, lanjut Herlangga, banyaknya penyelidikan kasus dugaan korupsi lain juga menjadi alasan selanjutnya.

Baca Juga: Kejari Depok: Penyelidikan Korupsi Damkar Masih Berjalan

“Pekerjaan teman-teman seksi tindak pidana khusus juga bukan hanya kasus damkar semata, bisa dibayangkan beban pekerjaan teman-teman,” kata Herlangga.

Herlangga mengatakan, pada proses penyelidikan memang membutuhkan waktu yang cukup lama, mengingat perlu adanya bukti-bukti kuat dan pendalaman terhadap kasus.

“Untuk menemukan apakah suatu peristiwa adalah merupakan peristiwa pidana, dalam tahapan ini perlu kehati hatian, perlu pendalaman, jaksa penyelidik akan bertindak profesional dan hati-hati dalam menentukan sikap dapat atau tidaknya kasus ini ditingkatkan ke penyidikan,” kata Herlangga.

Terlebih, lanjut Herlangga, kasus yang sedang ditangani adalah dugaan tindak pidana korupsi. “Pengungkapan tindak pidana korupsi itu tidak bisa sembarangan, perlu ketelitian dan keyakinan dari penyelidik,” kata Herlangga.

Untuk itu, Herlangga meminta kepada masyarakat tidak berasumsi Kejaksaan Negeri Depok berhenti melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok.

“Tidak ada yang perlu merasa curiga, penanganan perkara masih berlangsung, jaksa penyelidik masih profesional, masyarakat diharap bersabar dan mohon dukungan agar teman-teman di seksi pidsus tetap sehat dalam menjalankan tugas,” kata Herlangga. (ade/*)