Sekolah Relawan Siapkan Warung Makan Gratis Hingga Lawan Rentenir

Sekolah Relawan (Istimewa)

DEPOK- Sekolah Relawan Kota Depok telah menyiapkan delapan program dengan tema “Baik itu Mudah”. Aksi kemanusiaan itu diluncurkan dalam rangka menyambut Ramadhan 1442 H, yang diprediksi jatuh pada April 2021.

CEO Sekolah Relawan, Dony Aryanto, menyebut, pihaknya menargetkan 200 ribu penerima manfaat dari delapan program tersebut.

“Sekolah Relawan yakin target 200 ribu penerima manfaat ramadhan akan tercapai dengan strategi dan dukungan dari berbagai pihak,” katanya saat ditemui di Markas Sekolah Relawan Depok, dikutip pada Selasa 23 Maret 2021

Baca Juga: Heboh, Toko Kue Berhadiah Emas Bikin Macet Margonda

Dony mengungkapkan, pihaknya ingin membuktikan bahwa berbuat baik dengan cara berbagi meski di tengah pandemi COVID-19 adalah hal yang mudah.

“Ada banyak hidangan kebaikan yang tersedia dan pasti akan memberi perubahan dalam diri kita, pilihannya kita mau melakukannya atau tidak,” tuturnya

Melalui program tersebut, Sekolah Relawan juga mengajak masyarakat untuk terbiasa melakukan kebaikan mulai dari hal sederhana.

“Sekolah Relawan percaya bahwa setiap hal baik yang diniatkan akan selalu dimudahkan jalannya,” ujarnya.

Sementara itu, Head Of Program Sekolah Relawan, Abdul Manaf, mengatakan, delapan program kebaikan itu akan dimulai dari bantuan pangan.

“Pertama itu warung makan rakyat yaitu bantuan warung makan gratis untuk para fakir, dhuafa. Sehari itu bisa 200 sampai 300 porsi buka 24 jam. Tahun ini kami mau buat tiga titik di wilayah Jabodetabek,” katanya

Kemudian, program kedua adalah  foodbox, yang mana merupakan pemberian bantuan pangan yang dikemas dalam box, kemudian diantarkan ke titik-tiitik yamg sudah disiapkan.

Ketiga adalah ifthar yatim. Merupakan program pemberian pangan pada anak yatim di panti-panti asuhan.

“Sebelumnya kita biasanya masak bersama di tempatnya, tapi karena tahun ini enggak memungkinkan jadi kita bawa yang sudah dikemas,” ujar Abdul

Selanjutnya keempat, adalah kado ramadhan, yang mana bantuan diantar langsung ke penerima manfaat seperti keluarga miskin, dhuafa, dan juga kepala keluarga yang terkena PHK di masa pandemi ini.

Sedangkan poin kelima adalah program sedekah lawan rentenir.

“Karena setahun pandemi ini sudah banyak yang di PHK dan masuk peminjam uang atau bank keliling yang memberikan bunga cukup besar,” bebernya.

“Kita sudah ada data yang dihimpun. Target kita 300 penerimanya untuk di Jabodetabek. Jadi program ini meringankan atau melunasi si penghutang. Jadi kita selektif juga ya, misal orang yang minjam uang untuk kebutuhan sehari-hari, bukan yamg pinjam uang untuk beli motor dan lainnya,” timpalnya lagi

Berikutnya, program keenam adalah belanja bareng anak yatim. Dalam program ini, setiap anak yatim akan diajak langsung ke pusat perbelanjaan, dan membeli kebutuhan pangan sehari-hari.

Ketujuh, adalah program tunjangan hari raya (THR) untuk para lansia yang sudah berusia lebih dari 60 tahun.

Program terakhir adalah wakaf pembangunan masjid.

“Kebetulan tahun ini kita juga sedang nelaksanan pembangunan tiga masjid, yang pertama itu ada di Bogor, kemudian Mamuju Sulbar, dan Majene Sulbar, yang kemarin terdampak bencana,” ucap Abdul. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here