Sekolah Relawan Depok Kerahkan Tim Siaga Merapi

Sekolah Relawan (Istimewa)

BEJI- Sekolah Relawan di Kota Depok mengerahkan enam personil terlatih untuk membantu penanganan bencana erupsi Gunung Merapi. Mereka bertolak ke Jogjakarta pada Kamis, 12 November 2020.

Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKH) dalam keterangannya beberapa waktu lalu menyebut, aktivitas Gunung Merapi telah meningkat dari waspada (level II) menjadi siaga (level III).

Lead of Social and Disaster Rescue Division Sekolah Relawan, Muhammad Yusup mengatakan, tim akan bergerak dari Jalan Kaliurang KM 15 dan pos penyintas di Magelang.

Menarik Lainnya : Kampung Kupu Jadi Markas Komunitas Pendaki Citayam

Rencana aksi kemansuaiaan yang bakal dilakukan antara lain, mapping area wilayah yang kemungkinan terdampak, assesment wilayah, edukasi masyarakat, membantu evakuasi warga yang berada di kawasan rawan bencana, serta membangun pos relawan dan pos logistik.

“Tidak hanya menyiapkan keperluan pribadi, seperti obat-obatan yang harus dibawa agar kesehatan tetap terjaga selama berada di lokasi, para relawan juga tentu orang-orang yang telah terlatih di bidang kebencanaan,” ucapnya

Yusup memprediksi, penanganan kali ini akan lebih berat dibanding 2010 lalu. Selain medan dan resiko yang cukup berbahaya, masalah lainnya adalah saat ini sedang pandemi COVID-19. Terkait hal itu, Yusup menjamin, timnya akan mematuhi protokol kesehatan.

“Rapid test sebelum berangkat dan nanti akan juga di sana. Juga teman-teman kita di sana sudah melakukan itu. Di beberapa wilayah juga sudah mengerahkan untuk protokol COVID-19 itu sendiri,” katanya

Berbeda dengan penanganan 2010, Yusup mengatakan, pihaknya lebih mengantisipasi erupsi di wilayah Magelang.

“Di pihak terkait juga sudah mengarahkan kemungkinan besar ke arah Magelang, beda dengan 2010 yang Magelang dan Sleman. Sekarang kemungkinan besar ke Magelang dan Boyolali,” ujarrnya

Sementara itu, Head of Program Departemen Sekolah Relawan Abdul Manaf menuturkan, untuk bantuan logistik pihaknya akan melihat situasi dilapangan.

“Karena bantuan logistik mungkin sudah diantisipasi pemerintah setempat, baik kota atau kabupaten. Kita paling membantu logistik jika dirasa perlu ada penambahan,” jelasnya

Bila berkembang terjadi ada erupsi, kata Abdul, biasanya dibutuhkan logistik untuk tindakan langsung dan masyarakat yang belum tercover pemerintah. “Makanya kita lihat perkembangan disana.” (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here