Sekelompok Monyet Liar Serang Pemukiman Warga, Jumlahnya Puluhan

Penampakan monyet liar yang berkeliaran di Komplek IPTN, RT10/RW03, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Minggu 15 Agustus 2021. Foto: Dokumentasi Warga
Penampakan monyet liar yang berkeliaran di Komplek IPTN, RT10/RW03, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Minggu 15 Agustus 2021. Foto: Dokumentasi Warga

DepokToday – Sekumpulan monyet liar serang perumahan warga di Komplek IPTN, RT10/RW03, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Minggu 15 Agustus 2021.

Monyet liar jenis ekor panjang itu terlihat berkeliaran di lingkungan komplek bahkan tak jarang masuk ke dalam rumah.

Ketua RT setempat, Sudrajat Suciono mengatakan, monyet-monyet itu diduga datang dari komplek perkemahan Cibubur yang lokasinya tak jauh dari komplek perumahannya.

“Sumbernya dari bumi perkemahan pramuka jambore, kemudian dia nyebrang ke taman Wiladatika, nah karena berbatasan pager dengan komplek kita mungkin mereka nyebrang kesini,” kata Sudrajat dikonfirmasi DepokToday, Minggu 15 Agustus 2021.

Baca Juga: Pasutri di Depok Luka Parah Usai Diserang Beruk

Sudrajat mengatakan, kedatangan monyet itu sangat meresahkan sekali karena tak jarang warga yang mengusir kehadirannya malah diserang oleh satu kelompok yang jumlahnya lebih dari 10.

Penampakan monyet liar yang berkeliaran di Komplek IPTN, RT10/RW03, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Minggu 15 Agustus 2021. Foto: Dokumentasi Warga
Penampakan monyet liar yang berkeliaran di Komplek IPTN, RT10/RW03, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Minggu 15 Agustus 2021. Foto: Dokumentasi Warga

“Pernah satu ekor diusir sama warga, eh mereka malah nyerang balik segerombol, makanya kita panik,” kata Sudrajat.

Menurut Sudrajat, kehadiran monyet-monyet liar itu di kompleknya sudah berlangsung selama kurun 5 tahun kebelakang, sebelumnya jumlah monyet dapat dihitung dengan jari, namun semakin kesini jumlahnya semakin banyak.

“Sekali datang segerombol bisa 40 sampai 50 ekor, sudah mulai berani masuk pekarangan rumah warga mencari makanan, warga nggak berani buka jendela pintu karena mereka masuk,” kata Sudrajat.

Baca Juga: Heboh Ada Buaya di Perumahan Warga, Diduga dari Ciliwung

Sudrajat pun mengaku telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, namun tidak ada tindak lanjut.

“Kita lapor ke BKSDA, sudah datang bulan Mei tahun lalu, survei selama 1 minggu full di komplek kita, tapi tidak ada tindak lanjut,” kata Sudrajat.

Sudrajat pun berharap agar gangguan monyet liar itu dapat berhenti di kompleknya, dan warga kembali hidup nyaman.

“Yang pasti harapannya ada tindak lanjut dari bksda yang konkret, kita perlu tindakan nyata, agar warga tidak semakin resah,” katanya. (ade/*)