Sejarah TNI, Mulai dari Perubahan Nama Hingga Histori Perjalanan

TNI (Foto: Istimewa)
TNI (Foto: Istimewa)

DepokToday – Tentara Nasional Indonesia atau TNI memperingati hari jadinya yang ke-76 pada tanggal 5 Oktober 2021. Sebanyak 112 alat utama sistem persenjataan (alutsista) bakal dipamerkan dalam peringatan HUT TNI di sekitar Istana Merdeka, tepatnya di Jalan Merdeka Barat, Jalan Merdeka Selatan, dan Jalan Merdeka Utara.

Menilik dari perjalanannya, TNI rupanya mempunyai sejarah panjang mulai dari beberapa kali mengalami perubahan nama hingga histori perjalanan yang tak sedikit kelam pada masa pasca kemerdekaan.

TNI awalnya bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang didirikan pada tanggal 22 Agustus 1945. Terbentuknya BKR ini awalnya untuk menampung eks PETA, Heiho dan Kaigun yang dibubarkan oleh Jepang pada tanggal 18 Agustus 1945.

Sejalan dengan itu, BKR darat, laut dan udara pun turut dibentuk pada tahun yang sama. Para sukarelawan, eks PETA, eks anggota penerbangan Belanda dan Jepang bahu-membahu membentuk tiga matra BKR di tiap-tiap daerah.

Pada tanggal 5 Oktober 1945 Pemerintah Indonesia mengubah nama BKR menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang kemudian dijadikan tanggal itu sebagai hari lahirnya TNI. Nama keamanan diubah menjadi keselamatan pada 7 Januari 1946.

Baca Juga: Heboh! Baliho Pemkot Depok Salah Sebut HUT TNI, Kadiskominfo Pasang Badan

Kemudian di tanggal 23 Januari 1946, nama TKR kembali diubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) dan satu tahun berikutnya yakni pada tanggal 3 Juni 1947 nama Tentara Nasional Indonesia resmi digunakan untuk menamai korps ini.

Kemudian, di tahun 1962, TNI dilebur kedalam Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Ada empat matra saat itu di tubuh ABRI yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut (ALRI), Angkatan Udara (AURI), dan Kepolisian.

Selanjutnya di tahun 1999, Kepolisian resmi memisahkan diri dari ABRI yang secara langsung membubarkan organisasi tersebut dan korps ini kembali menggunakan nama TNI.

Selain perubahan nama, histori sejarah TNI juga panjang. Pemberontakan-pemberontakan banyak terjadi di tubuh korps itu, dimulai dari upaya kudeta 3 Juli 1946 akibat perpecahan dan penghianatan di tubuh TNI, peristiwa Madiun 1948, peristiwa PRRI/Permesta tahun 1956-1957 hingga G30S/PKI tahun 1965.

Namun, perjalanan panjang itu tidak membuat korps TNI goyah, malah semakin kuat dan terus meningkatkan kapasitas dan kekuatan dalam menjaga keutuhan NKRI. (ade/*)