Sejak PSBB, Ibu Muda yang Hamil di Jabar Melonjak  

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Kusmana saat melakukan sosialisasi di Cipayung, Depok (Istimewa)

CIPAYUNG– Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat, memprediksi bakal terjadi lonjakan angka kehamilan selama masa pandemi Covid-19. Kondisi ini berpotensi terjadi pada pasangan usia muda sejak diberlakukannya aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Kusmana menuturkan, berdasarkan data yang ia terima, selama Februari, Maret, April, dan Mei telah terjadi kenaikan angka kehamilan. Namun demikian, Kusmana menilai hal itu masih dalam kondisi normal.

“Rata-rata dikarenakan kehamilan telah direncanakan sebelum masa pandemi Covid-19. Kenaikan saat ini masih dibawah lima persen untuk Provinsi Jawa Barat,” katanya saat mengunjungi kampung Keluarga Berencana (KB) di di wilayah Cipayung, Depok pada Kamis 18 Juni 2020

Tak hanya itu, BKKBN Provinsi Jawa Barat juga mencatat, telah terjadi penurunan peserta KB. Pada periode Juni ini saja, pencapaian peserta KB baru 60 persen dari target 64 persen. Kusmana memperhitungkan, penurunan peserta KB dari angka Pasangan Usia Subur (PUS) masih di bawah lima persen.

“Untuk PUS di Jawa Barat mencapai 9,8 juta orang. Apabila satu persen PUS mencapai 10 ribu orang, berarti penurunan sekitar 50 ribu orang,” katanya

Itu artinya, lanjut Kusmana, peluang kehamilan di Provinsi Jawa Barat mencapai 50 ribu orang pada masa Covid-19. Ia khawatir angka kehamilan akan bertambah pada Juli, Agustus, dan September karena perencanaan kehamilan sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu.

Untuk menekan terjadinya ledakan jumlah penduduk, BKKBN Pronvinsi Jawa Barat kian gencar melakukan sosialisasi KB melalui Program Bangga Kencana. Program tersebut tidak hanya sekedar keluarga berencana, namun memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui UPPKS. Nantinya, UPPKS akan menggalih potensi wilayah menjadi sektor ekonomi dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kami tidak ingin pada masa Covid-19 masyarakat melupakan program KB,” katanya

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI, Wenny Haryanto yang ikut mendampingi Kusmana mengaku, pihaknya siap mendukung langkah BKKBN Provinsi Jawa Barat dalam rangka menjalankan program Bangga Kencana.

Wenny menilai, program tersebut dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait perencanaan pembangunan keluarga, khususnya kepada pasangan muda yang baru menikah.

“Jangan sampai pasangan muda tidak memetakan kehidupan keluarga maupun anak,” katanya

Selain mengikuti dan membantu program Bangga Kencana, Wenny Haryanto memberikan paket sembako kepada peserta KB di Kampung KB RW2. Nantinya, Wenny akan memberikan 1.000 paket sembako kepada masyarakat Kota Depok, guna membantu meringankan beban dan kebutuhan hidup masyarakat setempat.

Tidak hanya itu, Wenny juga berjanji bakal memberikan alat pelidngung diri atau APD kepada tenaga kesehatan atau bidan yang melakukan penanganan kesehatan di Kampung KB RW2 Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Depok.

“Selain masyarakat kami juga memberikan perhatian kepada bidan yang membantu penanganan kesehatan khususnya kepada anak dan ibu hamil.” (rul/*)