Sedih Banget, Pedagang Mainan Bayar Denda Pakai Uang Sekolah Anak

Sejumlah pedagang pasrah dikenakan sanksi denda saat menjalani sidang tipiring. Mereka divonis bersalah karena melanggar aturan PPKM Darurat. (DepokToday.com)
Sejumlah pedagang pasrah dikenakan sanksi denda saat menjalani sidang tipiring. Mereka divonis bersalah karena melanggar aturan PPKM Darurat. (DepokToday.com)

DEPOK- Sidang tindak pidana ringan bagi pelanggar PPKM Darurat di Kota Depok mulai berlaku sejak kemarin. Tercatat, ada sebanyak 14 pelanggar yang dijatuhkan sanksi denda. Mereka rata-rata adalah para pedagang kecil.

Adapun sanksi yang diberikan jumlahnya bervariasi, dari mulai Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta, tergantung jenis pelanggarannya.

Kondisi ini tentu dirasa berat bagi sejumlah pedagang itu. Selain karena pemasukan yang turun drastis, mereka juga harus membayar denda tersebut.

Hal itu pulalah yang dirasakan oleh NS, perempuan yang sehari-harinya berjualan toko mainan di Pasar Raya, Sukmajaya, Depok.

Ia mengaku, terpaksa menyerahkan uang tabungannya sebesar Rp 300 ribu demi membayar denda pada petugas.

Padahal, uang itu tadinya bakal digunakan untuk membayar tunggakan sekolah sang anak yang sudah jatuh tempo selama 10 bulan.

“Saya minta denda yang seringan-ringannya, akhirnya diputuskan Rp 300ribu,” katanya dengan nada sedih dikutip pada Jumat 16 Juli 2021.

Denda Bikin Pedagang Menjerit

Perempuan itu mengaku keberatan dengan putusan  tersebut, karena uang tadi sedianya hendak digunakan untuk membayar SPP sang anak.

Sementara itu petugas mengaku, denda yang dijatuhkan jauh lebih rendah dari peraturan daerah (Perda) karena mengedepankan asas kemanusiaan.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 14 orang pelanggar aturan PPKM Darurat terpaksa menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring).

Mereka, rata-rata adalah pedagang di Kota Depok. Sanksinya pun tak main-main yakni denda Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta.

Proses sidang tipiring untuk para pelanggar PPKM Darurat itu berlangsung di area Kantor Kecamatan Sukmajaya, Depok pada Kamis 15 Juli 2021.

Data yang dihimpun menyebutkan, sejumlah pelanggar itu 13 diantaranya adalah pelaku kegiatan atau pedagang dalam bentuk toko, mulai dari menjual mainan, pakaian, dan juga foto studio di Kota Depok.

Sedangkan seorang lagi adalah penjual makanan dan minuman dalam bentuk warung kopi.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga Wisnu Murdianto mengungapkan, dalam siding tipiring itu, para pelanggar divonis bersalah dan harus membayar denda sebesar Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta.

Baca selengkapnya di sini: Melanggar PPKM, Pedagang Depok Pasrah Didenda Hingga Rp 1 Juta (rul/*)