Sediakan Anggaran Pengelolaan Limbah Medis COVID, Pusat Minta Daerah Jangan Lengah

Menteri LHK Siti Nurbaya dan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko memberikan keterangan pers, termasuk tentang limbah medis COVID,. Foto: setkab.go.id
Menteri LHK Siti Nurbaya dan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko memberikan keterangan pers, termasuk tentang limbah medis COVID,. Foto: setkab.go.id

DepokToday – Seiring dengan semakin banyaknya jumlah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) medis COVID-19 membuat Presiden Joko Widodo meminta ketercepatan tersedianya fasilitas pengelolaan limbah medis di seluruh Indonesia.

Seperti dilansir dari Hops.id, hal itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya lewat tayangan YouTube Sekretariat Kabinet dilansir Jumat 30 Juli 2021. Pemerintah menurut dia telah mengalokasikan dana hingga Rp1,3 triliun untuk mengatasi limbah medis COVID ini.

“Rp1,3 triliun kurang lebih yang diminta oleh Bapak Presiden untuk di-exercise untuk membuat sarana-sarana terutama insinerator dan sebagainya. Nanti akan dibahas oleh Pak Menko dengan Kepala BRIN dan KLHK dan semua kementerian yang terlibat,” jelas Siti.

Dia menyebutkan, Presiden Jokowi juga meminta pemerintah daerah (pemda) untuk memberikan perhatian terhadap pengelolaan limbah medis COVID.

“Jadi akan dipercepat sarana untuk penyiapan pengelolaan limbah medis ini karena pada dasarnya dukungan dari pusat sudah ada dan potensinya juga ada tapi di sisi lain juga Bapak Presiden meminta atau menginstruksikan kepada daerah juga untuk memperhatikan hal ini, dan nanti akan dikoordinasikan,” tutur Siti.

Baca Juga: Kementerian LHK Investigasi Limbah Medis yang Tercecer di Depok

Limbah medis COVID selama pandemi mengalami peningkatan cukup signifikan. Di Jawa Barat limbah B3 medis meningkat dari 74,03 ton pada 9 Maret menjadi 836,975 ton pada 27 Juli 2021. Di Jawa Tengah, dari 122,82 ton meningkat menjadi 502,401 ton.

Di Jawa Timur, dari 509,16 ton menjadi 629,497 ton. Di Banten, dari 228,06 ton menjadi 591,79 ton. Sementara di DKI Jakarta, dari 7.496,56 ton menjadi 10.939,053 ton.

“Pemerintah daerah jangan lengah soal limbah medis ini. Ikuti perkembangan di lapangannya, sarana-sarananya,” tegas Menteri LHK. Lebih lanjut diungkap Siti Nurbaya, dari dana Rp1,3 triliun yang diproyeksikan, sekitar Rp600 miliar merupakan dana yang dialokasikan untuk transfer kepada daerah untuk penanganan limbah medis COVID. (lala/*)