Sebut Kemenag Hadiah untuk NU, Yaqut: Ikhlas Beramal Nggak Bagus

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menuai kontroversi soal Kemenag hadiah negara untuk NU (Foto: Istimewa)
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menuai kontroversi soal Kemenag hadiah negara untuk NU (Foto: Istimewa)

DepokToday- Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas baru-baru ini sedang jadi sorotan karena menyebut Kementerian Agama atau Kemenag adalah hadiah khusus dari negara untuk NU.

Tak hanya sampai disitu, kini ia juga kembali menuai kontroversi lantaran ngotot ingin mengubah logo dan tagline Kemenag. Usut punya usut, rupanya gagasan dan pernyataan itu menuai perdebatan di internal kementerian tersebut.

Baca Juga: Catat, Ini Jadwal dan Lokasi Mobil Keliling PBB Depok Pekan Ini

Melansir Hops.id jaringan DepokToday.com, Yaqut blak-blakan enggak sreg dengan logo dan tagline Kemenag. Adapun tagline yang dimasud adalah Ikhlas Beramal.

Menurutnya, tagline itu kurang bagus. Yaqut bilang idenya itu jadi perdebatan lumayan sengit di internal Kemenag sampai-sampai perdebatan itu mengarah soal sejarah Kemenag dan keluar pernyataan ‘Kemenag itu hadiah khusus NU’.

“Ada perdebatan kecil di Kementerian ketika diskusi soal Kemenag. Saya kan berkeinginan ubah tagline atau minimal logo Kemenag, yang Ikhlas Beramal, saya bilang nggak ada ikhlas kok ditulis,” katanya dalam diskusi daring di channel YouTube RMI NU belum lama ini.

Baca Juga: Bicara Dipanggung Internasional, Guru Besar UP Singgung Masalah HAM

Menurut Ketua Umum GP Anshor ini, tagline itu patut diubah karena tidak sesuai dengan nilai yang dikandungnya.

“Ini menunjukkan nggak ikhlas. Saya bilang Ikhlas Beramal itu nggak bagus, nggak pas,” katanya.

Nah ide mengubah logo dan tagline Kemenag ini kemudian menyeret kepada asal usul Kemenag. Jadi seru perdebatan.

Baca Juga: Farhat Abbas Dukung Saipul Jamil Jadi Politikus, Ini Partainya

Perdebatan sampai sejarah asal-usul Kemenag cukup sengit, sampai-sampai ada seorang ustaz di Kemenag yang menyebut itu hadiah negara buat umat Islam.

“Ada yang bilang kementerian ini harus Kementerian Agama Islam, karena kemenag hadiah negara untuk umat Islam. Saya bantah bukan, Kemenag hadiah negara untuk NU, bukan untuk umat Islam secara umum, tapi spesifik untuk NU,” jelas Yaqut.

NU Manfaatkan Kemenag?

Karena sejarah sumbangsih NU dalam pendirian Kemenag itu, maka menurut Yaqut sah banget bila NU mesti dapat peluang di kementerian yang ngurusi soal agama tersebut.

“Jadi wajar kalau sekarang NU memanfaatkan banyak peluang di Kemenag memang dia untuk NU,” katanya.

Baca Juga: Manfaat Daun Seledri untuk Liver, dr Zaidul Akbar: Ada di Al Quran

Yaqut mengingatkan Kemenag itu muncul karena pencoretan 7 kata di Piagam Jakarta. Yang usulkan itu pencoretan dalam Piagam Jakarta, yaitu juru damai Mbah Wahab Chasbullah, salah satu pendiri NU.

“Kemudian lahirlah Kemenag, wajar kalau kita minta Dirjen Pesantren banyak afirmasi banyak santri pesantren dan jamiyah NU, itu wajar-wajar saja,” katanya.

Menteri asal Rembang ini mengatakan NU itu besar umatnya, besar secara fisik, orang besar cenderung melindungi yang kecil, itu sifatnya NU di mana-mana ingin lindungi yang kecil. Bukan hilangkan NU tapi tegaskan sikap NU yang toleran dan moderat. (rul/*)