Sebelum Bus Rombongan Kader Posyandu Boponter Terguling, Penumpang Sempat Ingatkan Sopir Agar Pelan-pelan

Delapan korban meninggal dunia akibat kecelakaan bus di daerah Subang, Jawa Barat.(Foto: Istimewa)

SUBANG-Rosmala (40 tahun), salah satu korban selamat dari kecelakaan bus Purnamasari di daerah Subang, Jawa Barat, Sabtu (18/1/2020), menceritakan detik-detik sebelum bus terguling.

Ibu rumah tangga asal Kampung Lio, RT 04/13, Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter), Kecamatan Cipayung, Kota Depok, ini mengatakan bus pariwisata dengan nomor polisi E 7508 W melaju cukup cepat.

Saat melewati turunan Palasari, Kampung Nagrog, Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, bus malah melaju semakin cepat.

“Iya mobilnya ngebut, pas turunan itu kencang banget, yang lain juga (penumpang) pada teriak, Bang pelan-pelan, tapi enggak bisa dipelanin,” ujar Rosmala, Sabtu (18/1/2020).

Rosmala menderita luka ringan akibat kejadian ini.

Diberitakan sebelumnya, bus pariwisata PO Purnamasari mengalami kecelakaan di turunan Nagrog Jalan Palasari, Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (18/1/2020).

Delapan orang dikabarkan meninggal dunia dalam peristiwa nahas yang terjadi sekira pukul 17:20 WIB itu.

Dari delapan orang yang meninggal, satu orang adalah supir bus. Sedangkan tujuh orang lainnya adalah penumpang yang keseluruhannya perempuan.

Mereka merupakan Kader Posyandu Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter), Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat.(sumber: okezone.com/red)