SatpolPP Catat 8.297 Pelanggaran Selama PSBB di Depok

Kepala SatpolPP Depok, Lienda Ratna Nurdiany (Istimewa)

MARGONDA– Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) mencatat, ada sebanyak 8. 297 jenis pelanggaran yang ditemukan selama masa berlaku Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok, Jawa Barat. Angka tersebut didominasi oleh pelanggar yang tidak mengenakan masker.

Kepala SatpolPP Kota Depok, Lienda Ratna Nurdiany merinci, pada PSBB tahap 1 periode 15 April – 28 April 2020, tercatat pelanggaran yang ditemukan di tempat usaha yakni 454 kasus, atau sekira 53 persen. Kemudian, peneguran tidak menggunakan masker yakni 217 kasus atau 26 persen.

“Pada PSBB tahap 1 titik kerumunan atau pusat keramaian 172 kasus atau 20 persen, sedangkan tempat ibadah 9 kasus atau 1 persen. Total pelanggaran pada tahap 1 yakni 852 kasus,” katanya, Selasa 9 Juni 2020

Selanjutnya, untuk PSBB tahap 2, yakni periode 29 April – 12 Mei 2020, pelanggaran tempat usaha 1.491 kasus, atau 49 persen. Peneguran tidak menggunakan masker 1.069 kasus, atau 35 persen.

“Untuk jumlah pelanggaran pada titik kerumunan atau pusat keramaian 443 kasus atau 15 persen, tempat ibadah 38 kasus atau 1 persen. Total pelanggaran PSBB tahap 2 yakni 3.041 kasus.”

Kemudian, pada PSBB tahap 3, periode 13 Mei – 29 Mei 2020, SatpolPP mencatat, jumlah penindakan masker yakni 2.016 kasus atau 63 persen. Penindakan tempat usaha 1.039 kasus atau 33 persen, pelanggaran titik kerumunan 141 kasus atau 4 persen. Adapun jumlah pelanggaran secara keseluruhan pada PSBB tahap 3 yakni 3.196 kasus

Berikutnya, pada PSBB tahap 4 periode 30 Mei – 4 Juni 2020, penindakan masker 1.065 kasus atau 88 persen, tempat usaha 112 kasus atau 9 persen, titik kerumunan 31 kasus, atau 3 persen. Jumlah totalnya 1.208 kasus.

Dengan rincian tersebut, jelas Lienda, jumlah total pelanggaran pada tahap 1 hingga tahap 4 periode 15 April 2020 sampai dengan 4 Juni 2020 yakni, tempat usaha 3.096 kasus atau 37 persen, penindakan masker 4.367 kasus atau 53 persen, titik kerumunan 787 kasus 9 persen, dan tempat ibadah 47 kasus atau 1 persen. Adapun jumlah secara keseluruhan yakni 8.297 kasus

Data SatPolPP Depok

Saat ini Depok telah memasuki masa transisi adaptasi kebiasan baru atau PSBB proporsional. Terkait hal itu, sejumlah toko dan rumah makan atau restoran telah diijinkan untuk kembali beroperasi, termasuk melayani makan di tempat sejak Senin, 8 Juni 2020.

Namun demikian, hal itu tetap harus memperhatikan protokol kesehatan, di antaranya jaga jarak, menggunakan masker, menyediakan hand sanitizer dan membatasi jumlah pengunjung yakni 50 persen. Hal ini juga berlaku untuk pusat perbelanjaan yakni mall yang rencananya akan dibuka pada 16 Juni 2020, mendatang. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here