Satpol PP Depok Amankan 20 Pelanggar Ketertiban Umum, Empat Orang Diantaranya Mucikari

Pelanggar penyakit masyarakat yang terjaring Satpol PP Kota Depok, Jumat 27 Agustus 2021. Foto: Istimewa
Pelanggar penyakit masyarakat yang terjaring Satpol PP Kota Depok, Jumat 27 Agustus 2021. Foto: Istimewa

DepokToday – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok amankan 20 orang yang diduga telah melakukan pelanggaran ketertiban umum berupa perbuatan prostitusi, asusila dan peredaran minuman beralkohol.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny mengatakan, 20 orang tersebut diamankan saat pihaknya melakukan patroli disejumlah wilayah di Kota Depok.

Baca Juga: Satpol PP Segel Bangunan Alfamidi Langgar Aturan, Jumlahnya Banyak

“Pada hari Jumat 27 Agustus 2021 pukul 21.00, dilakukan Operasi Terpadu Pengawasan dan Penertiban  Penyakit Masyarakat, terhadap beberapa lokasi yang diduga melakukan aktifitas prostitusi, perbuatan asusila dan peredaran minuman beralkohol,” kata Lienda melalui keterangan resminya, Sabtu 28 Agustus 2021.

“Total keseluruhan (yang diamankan), 20 orang. Wanita 7 orang, dan pria 13 orang dan barang bukti 70 botol miras.”

Lienda mengatakan, 20 orang yang terjaring operasi tersebut diamankan di dua lokasi yang berbeda yakni di Jalan Pendowo, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo dan di Apartemen Cinere, Jalan Raya Gandul.

“Di jalan Pendowo, diamankan 70 botol minuman keras bersama seorang pembeli dan penjual minuman tersebut,” kata Lienda. “Sementara di apartemen, diamankan 7 pasang, 14 orang (1 kamar dan beda KTP), serta 4 orang pria diduga mucikari.”

Lebih jauh Lienda mengatakan, dalam operasi tersebut juga pihaknya mendapati dua buah warung yang diduga mengedarkan minuman keras namun tak ditemui barang bukti.

“Dua toko yang diduga melakukan peredaran minol, yang berlokasi di Jalan Raya Sawangan dan yang berlokasi di Jalan Pramuka, petugas sudah tidak mendapati minol diperjualbelikan,” kata Lienda.

Baca Juga: Satpol PP Bongkar Praktik Seks Bebas di Apartemen dan Tempat Pijat

Lienda mengatakan, terhadap para pelanggar yang terjaring operasi, pihaknya melakukan pendataan dan pemeriksaan awal dengan terlebih dahulu dilakukan test urine dan swab antigen.

“Pembinaan dan proses BAP oleh PPNS Satpol PP dengan dilengkapi barang bukti yang diperoleh di lokasi kejadian dan telah diamankan,” kata Lienda.

“Akan dilanjutkan dengan Penyidikan pada hari Rabu 1 September 2021.” (ade/*)