Satgas PUPR Ungkap Penampakan yang Bikin Depok Banjir

Satgas PUPR temukan sejumlah benda penyebab banjir di Kota Depok. (Foto: Instagram)
Satgas PUPR temukan sejumlah benda penyebab banjir di Kota Depok. (Foto: Instagram)

DepokToday- Satgas Banjir dari Dinas PUPR Kota Depok menemukan sejumlah sampah yang menghambat saluran air di kolong jembatan Kali Cabang Tengah, Kelurahan Ratu Jaya. Beberapa benda yang ditemukan membuat petugas terkejut.

Peristiwa itu sempat direkam dan diunggah ke media sosial. Salah satu akun yang memposting kejadian itu akun Instagram @depok24jam pada Selasa 23 November 2021.

Benda yang ditemukan petugas kebersihan Kota Depok itu ternyata salah satu penyebab banjir di kawasan tersebut.

“Ternyata ada kayu besarnya nih,” ujar seseorang dalam rekaman yang beredar tersebut.

Baca Juga: Mabes Polri Bidik Mafia Tanah, Pemkot Depok Jangan Cuci Tangan  

Menurut keterangan akun itu, tumpukan sampah yang menutup kolong jembatan di wilayah Ratu Jaya ini merupakan sampah yang terbawa arus dari hulu Citayam dan Kelurahan Pondok Jaya.

“Sampah-sampah itu terdiri dari berbagai jenis, mulai dari styrofoam, kantong dan botol plastik serta batang pohon yang menyumbat saluran,” sebutnya dikutip DepokToday.com.

 Penyebab Banjir Depok

Temuan ini menyedot perhatian banyak warganet. Mereka pun langsung menyerbu akun tersebut dengan beragam komentar, utamanya soal penyebab banjir di Kota Depok.

“Taruhan yuk, kalo banjir pasti yg disalahin pemerintah,” kata seorang warganet.

“Siapa yang disalahin?….Pemerintah,” timpal yang lain.

“Giliran banjir bilangnya kerja pemerintah gak becus,” kata seorang netizen.

Strategi Pemkot

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda Kota Depok, Dadang Wihana mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan identifikasi kembali penyebab banjir.

Sebab menurutnya, hal itu tidak bisa dari lokalitas Depok saja, melainkan harus melihat kondisi hulu ke hilir.

“Hulunya itu dari Cianjur, Kabupaten Bogor, Kota Bogor ke Depok sampai dengan ke hilir,” katanya dikutip pada Jumat, 19 November 2021.

Baca Juga: Bukan Cuma Gegara Bogor, Ternyata Ini Biang Kerok Banjir di Depok

Dengan demikian, jelas Dadang, untuk menyelesaikan masalah itu maka perlu menyusun sejumlah agenda. Ia menyebut ada dua konsepsi yang bisa jadi bahan rujukan, pertama harus merumuskan dulu master plan pengendalian banjir secara utuh.

Kemudian, yang kedua dilihat dari segmen atau keadaan di lapangan. “Nah segmen itu ketika ada banjir kita intervensi, ketika ada longsor kita intervensi,” ujarnya.

“Jadi jangka pendek kita selesaikan spot-spot banjir dan jangka menengahnya kita harus memiliki master plan penanganan banjir secara keseluruhan,” sambungnya. (rul/*)