Satgas COVID Dirikan Dapur Umum di Pemukiman yang Lockdown

Tingginya kasus COVID membuat sejumlah pemukiman di Depok lockdown. Seperti yang terjadi di Harjamukti, Cimanggis. (DepokToday.com)
Tingginya kasus COVID membuat sejumlah pemukiman di Depok lockdown. Seperti yang terjadi di Harjamukti, Cimanggis. (DepokToday.com)

CIMANGGIS- Tim satuan tugas penanganan COVID-19 mendirikan dapur umum di pemukiman warga Jalan Terusan Mandiri, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Depok. Langkah itu dilakukan karena kawasan tersebut saat ini lockdown atau ditutup untuk sementara.

Kapolsek Cimanggis, Komisaris Polisi Ibrahim Sadjab mengungkapkan, ide mendirikan dapur umum ini bertujuan untuk membantu sejumlah warga setempat yang terpaksa menjalani isolasi mandiri karena terpapar COVID-19.

“Untuk sementara kawasan ini kami terapkan mikro lockdown karena ada banyak warga yang terpapar COVID-19,” katanya saat meninjau langsung kawasan tersebut pada Sabtu, 26 Juni 2021.

Dari hasil penelusuran sementara, tercatat ada sekira 50 warga yang terkonfirmasi positif. Mereka tersebar di sejumlah RT lingkungan RW 03, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis.

“Untuk mereka yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing akan kami pantau dengan pengawasan ketat dan kebutuhannya akan kami siapkan bersama jajaran Kecamatan Cimanggis,” jelasnya.

Tim Satgas Penanganan COVID-19 meninjau sejumlah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri. (DepokToday.com)
Tim Satgas Penanganan COVID-19 meninjau sejumlah warga yang sedang menjalani isolasi mandiri. (DepokToday.com)

Selain mendirikan dapur umum, petugas juga membagikan sembako gratis pada warga sekitar.

“Tak henti-hentinya kami ingatkan agar warga patuh terhadap protokol kesehatan. Mari sama-sama kita jaga diri dan orang tercinta dengan mematuhi anjuran pemerintah. Kita harus yakin, pandemi ini akan segera berlalu,” kata Ibrahim.

COVID Tinggi, Sejumlah Klaster Terpaksa Lockdown

Sebelumnya, Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Kota Depok Dadang Wihana menyampaikan, klaster rumah tangga dan perkantoran masih menjadi penyumbang terbanyak penambahan kasus virus asal Tiongkok itu.

“Saat ini kita investigasi seluruh perumahan yang sudah masuk, kemarin misalnya Taman Cipayung, Bella Casa, dan yang lainnya,” jelas Dadang Jumat 25 Juni 2021.

Pihaknya masih mendata berapa jumlah perumahan yang angka kasus warganya positif COVID-19 terbanyak. “Kami masih mengumpulkan data dari seluruh wilayah tim kita sudah bergerak. Belum ada hasilnya,” sebut dia.

Dadang mengakui, klaster rumah tangga dan perkantoran merupakan penyumbang kasus terbanyak. Antara kedua klaster ini menurut dia sangat terkait untuk membuat angka kasus COVID tinggi saat ini. Baca selengkapnya di sini: Klaster Rumah Tangga dan Perkantoran Sumbang Kasus Terbanyak (rul/*)