Satgas COVID-19 Sebut Hanya 8 Provinsi Yang Kasusnya Turun

Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito saat menyampaikan keterangan pers secara virtual, Kamis 22 Juli 2021. Foto: Tangkapan layar akun Youtube Sekretariat Presiden.
Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito saat menyampaikan keterangan pers secara virtual, Kamis 22 Juli 2021. Foto: Tangkapan layar akun Youtube Sekretariat Presiden.

DepokToday – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan, selama dua pekan terakir, kasus positif mingguan dan positivity rate pada tingkat nasional telah menunjukkan penurunan.

Secara nasional, jumlah kasus positif COVID-19 megalami penurunan selama 3 minggu berturut-turut, mulai dari 350.273 pada puncak kasus yang terjadi pada periode 12-18 Juli 2021, kini telah menurun diangka 273.891 pada periode 26 Juli-1 Agustus 2021.

“Positivity rate mingguan juga mengalami penurunan selama 2 minggu terakhir, dari yang sebelumnya mencapai 30,72 persen (periode 12-18 Juli 2021) menjadi 27,38 persen (periode 19-25 Juli 2021), dan kembali turun menjadi 25,18 persen (periode 26 Juli-1 Agustus 2021),” kata Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa 3 Agustus 2021.

Baca Juga: Gugus Tugas: Kasus COVID-19 di Depok Semakin Membaik

Wiku mengatakan, penurunan kasus tersebut turut disumbang oleh 34 provinsi di Indonesia yang terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan pandemi COVID-19 ini.

“Tentunya ini adalah pencapaian positif yang harus terus dipertahankan, adanya penurunan kasus dan penurunan positivity rate ini, menunjukkan terjadinya penurunan penularan di tengah masyarakat,” kata Wiku.

Namun begitu, lanjut Wiku, hanya ada 8 provinsi dari 34 provinsi yang menyumbang perbaikan kearah yang positif ini, yakni Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Bali, Maluku dan Maluku Utara.

Sementara sisanya yakni sebanyak 26 provinsi masih menunjukkan kenaikan kasus pada kedua indikator tersebut.

“Provinsi tersebut didominasi dari Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi,” kata Wiku.

Wiku mengatakan, hampir semua provinsi di Pulau Sumatera, masih menunjukkan kenaikan kasus COVID-19 selama 3 minggu terakhir, hanya Kepulauan Riau yang telah menunjukkan penuruanan kasus.

Baca Juga: Kasus COVID Fluktuatif, Pemkot Depok Testing 20 Ribu Warga

“Sedangkan di Kalimantan, seluruh provinsinya masih menujukkan kenaikan 3 minggu berturut-turut, kecuali kalimantan barat yang sempat mengalami penurunan (periode 19-25 Juli 2021),” kata Wiku.

Sementara di Pulau Sulawesi, seluruh provinsinya juga mengalami kenaikan selama 3 minggu kecuali Sulawesi Tenggara dan Gorontalo yang sempat mengalami penurunan pada periode 19-25 Juli 2021.

“Sedangkan di Pulau Jawa masih ada Yogyakarta yang masih menunjukkan kenaikan kasus positif selama 2 minggu terakhir,” kata Wiku.

Kenaikan kasus yang belum dapat ditekan pada sebagian besar wilayah tersebut, kata Wiku, perlu menjadi perhatian bersama. Kenaikan ini bisa terjadi karena pemerintah daerah dan masyarakatnya lengah dan menganggap daerahnya baik baik saja hanya karena tidak menerapkan PPKM level 4.

“Penanganan pada provinsi yang masih mengalami kenaikan ini, perlu dilakukan dengan cara penanganan pada provinsi yang telah mengalami perbaikan, lakukan koordinasi berkala dengan seluruh unsur pemerintah daerah dan evaluasi progres perkembangan kasus, dan batasi mobilitas diwilayahnya masing masing jika diperlukan.” pungkas Wiku. (ade/*)