Satgas COVID-19 Depok Tekankan Sekolah Lakukan Prosedur yang Benar

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana (Istimewa)

DepokToday – Berkaca pada temuan kasus di SMPN 10, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Depok meminta sekolah memperhatikan kembali Standar Operasional Prosedur (SOP) PTM Terbatas.

“Kita mengevaluasi, guna menghindari adanya penambahan kasus pada pelaksanaan PTM Terbatas, kita sampaikan supaya menguatkan kembali sosialisasi terkait SOP dan protokol kesehatan (prokes),” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok Dadang Wihana seperti dikutip situs resmi Pemkot Depok, Jumat 22 Oktober 2021.

Dadang mengatakan, ada dua SOP yang harus diperhatikan oleh sekolah, yakni SOP tentang pelaksanaan PTM Terbatas sesuai dengan Perwal Kota Depok No 66 tahun 2021, dan SOP tentang pelaksanaan Testing, Tracing dan Treatment (3T).

Lebih lanjut Dadang mengatakan, pemerintah melalui Dinas Kesehatan saat ini pun telah melakukan rapid tes antigen secara acak kepada seluruh sekolah di Kota Depok untuk memastikan pelaksanaan PTM Terbatas aman dan nyaman serta penyebaran kasus COVID-19 di lingkungan sekolah dapat diantisipasi.

“Jadi, mudah-mudahan tidak ada penambahan kasus. Karena tadi kembali kepada prokes masing-masing,” katanya.

Sebelumnya, Dadang menegaskan, pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka atau PTM Terbatas tetap berjalan di kota ini. “PTM Terbatas akan terus dilakukan,” ujar Dadang.

Dadang mengatakan, adanya temuan kasus COVID-19 di SMPN 10, tidak lantas mempengaruhi pelaksanaan PTM Terbatas di seluruh sekolah se-Kota Depok. Karena dirinya mengklaim, berdasarkan hasil penelusuran tim medis, siswa tidak masuk dalam klaster sekolah.

“Siswa SMPN 10 tersebut tidak terpapar dari lingkungan sekolah, melainkan dari lingkungan rumah,” kata Dadang.

Dadang menambahkan, tracing kepada kontak erat pun telah dilakukan dan semuanya dinyatakan negatif berdasarkan hasil swab antigen.

“Atas temuan ini, langsung dilakukan Testing, Tracing dan Treatment (3T) di sekolah yang bersangkutan, dilakukan testing kemarin kepada 92 orang yang diswab antigen dan dilakukan penelusuran terhadap kasus tersebut,” jelasnya.

Meski PTM Terbatas di Kota Depok tetap berjalan, Dadang mengatakan, SMPN 10 dihentikan sementara dan para siswa dianjurkan untuk belajar dari rumah.

“Kami menghimbau kepada keluarga yang misalnya anaknya ada gejala suspek COVID-19 seperti batuk, pilek, untuk tidak ikut di dalam pelaksanaan PTM Terbatas atau ada keluarganya yang terkonfirmasi positif,” tandasnya. (ade/*)