Satgas COVID-19 Depok: Data yang Disajikan Kemenkes Tidak Lengkap

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana (Istimewa)

DepokToday ­– Satuan Tugas atau Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok meminta agar Kementerian Kesehatan atau Kemenkes melihat ulang data sebaran kasus Virus Corona.

Pasalnya, berdasar hasil evaluasi Satgas, banyak data sebaran kasus yang dirilis oleh Kemenkes tidak lengkap dari sisi alamat.

“Setelah kami mengikuti alur kerja Kemenkes dalam data kasus, hingga saat ini kami tidak bisa memetakan zonasi RT, karena data yang disajikan Kemenkes tidak lengkap,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana kepada wartawan, Jumat 29 Oktober 2021. 

Dadang mengatakan, alur kerja yang dimaksud adalah, saat ini seluruh kasus COVID-19 yang masuk dan terdata di fasilitas kesehatan (faskes), langsung dilaporkan kepada Kemenkes, kemudian barulah Satgas mengambil data tersebut untuk dilakukan tracing.

“(Dahulu), data kita lengkap, (sekarang) tidak semua data kasus dilengkapi dengan alamat lengkap sampai RT/RW, Bahkan ada juga data yang tidak tertulis kelurahannya,” kata Dadang.

Untuk itu, Dadang meminta agar Kementerian Kesehatan dapat segera menyelesaikan hal tersebut. Agar penanganan yang dilakukan oleh Satgas di daerah dapat lebih maksimal.

“Saran kebijakan untuk Kemenkes agar segera membereskan data kasus COVID-19 secara rinci BNBA (by name by address) hingga RT/RW,” kata Dadang.

“Kami di daerah berupaya maksimal, baik pencegahan maupun penanganan.”

Sebelumnya, Wali Kota Depok Mohammad Idris juga mengatakan, banyak data dari Pemerintah Pusat yang menyebut kalau kasus di Depok hanya berdasarkan KTP, sementara tempat tinggalnya sudah tidak lagi di Kota Belimbing ini.

“Antara lain dirawat oleh keluarganya keluar Depok, ada yang di Kalimantan ada segala macam, ada yang nama dia itu sebenarnya udah nggak ada sejak lama, di alamat itu, jadi mungkin dia masih pakai KTP lama,” kata Idris, Rabu 27 Oktober 2021. (ade/*)