Sang ‘Presiden’ Minta TNI Copot Baliho Puan, Sudjiwo: Kasih PKL

Baliho Puan Maharani (Foto: Istimewa)
Baliho Puan Maharani (Foto: Istimewa)

DepokToday- Budayawan kondang yang mengklaim dirinya sebagai Presiden Republik Jancukers, Sudjiwo Tedjo ikut melontarkan kritik pedas terkait maraknya baliho Puan Maharani yang disinyalir mengarah pada ambisi Pilpres 2024.

Sudjiwo meminta, TNI turun tangan memberantas sejumlah baliho tersebut. Dan bila sudah dicopot, maka ia menyarankan agar baliho Puan diberikan untuk sejumlah pedagang kaki lima (PKL) seperti tukang cat dan pedagang soto.

“Bahan balihonya bisa cepat-cepat dimanfaatkan rakyat untuk tenda kaki lima UMKM: Soto Lamongan, dan lain-lain,” cuit Sudjiwo Tejo di akun twitternya @sudjiwotedjo dikutip pada Selasa 10 Agustus 2021.

Menurutnya, baliho-baliho Puan bisa dimanfaatkan rakyat kecil untuk membuka usaha kaki lima dan menciptakan lapangan kerja baru.

“Menjadikan baliho-baliho itu sebagai tenda kaki lima membuat lapangan kerja baru: tukang cat, tukang jahit, dan lain-lain,” ujarnya.

Baca Juga: [Update] BOR Rumah Sakit di Kota Depok, Senin 9 Agustus 2021, Tersedia 632 Bed

Pada narasi cuitannya tersebut, Sudjiwo Tedjo juga berharap aparat TNI bisa turun tangan untuk menurunkan baliho Puan Maharani yang saat ini tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Sebab, menurut Sudjiwo Tedjo, pemasangan baliho Puan Maharani itu tidak etis lantaran masa jabatan Presiden Jokowi masih lama.

“Kudukung penuh bila tentara kembali turun tangan turunkan baliho-baliho yang tak sesuai rasa senasib pandemi. Tak etis pada Presiden jokowi yang sisa masa jabatannya masih lama.”

Dukung Letjen Dudung Copot Baliho Puan

Ia bahkan menyebut nama Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman yang pernah merasakan pahitnya hidup susah menjadi rakyat kecil dengan berjualan klepon dan menjadi loper Koran.

Sudjiwo menilai, Dudung pasti paham rasanya hidup kesusahan di tengah pandemi dan dikepung oleh baliho-baliho.

“Cc Pangkostrad Letjen Dudung AR yg pernah jdi loper Koran dan jualan klepon..yg 55 kleponnya pernah ditendang oleh oknum tentara..yg karena seluruh biografi getirnya pasti bisa merasakan gmn rasanya rakyat di tengah pandemi gini dikepung oleh baliho2 semacam itu” cuit budayawan ini.

Cuitan Sudjiwo Tedjo (Istimewa)
Cuitan Sudjiwo Tedjo (Istimewa)

Seperti diketahui, baliho berukuran besar bergambar foto Ketua DPR RI Puan Maharani bertebaran dalam beberapa hari terakhir.

Meski bertuliskan Ketua DPR RI di bagian bawah, ada logo PDIP di bagian atas baliho yang didominasi warna merah itu.

Baliho itu terpasang di berbagai lokasi di Solo dan sekitarnya. Di antaranya di Jalan Yos Sudarso, Jalan Baki-Solo, Jalan Bhayangkara, Jalan Veteran, Jalan Ronggowarsito, RM Said dan lainnya.

Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo mengakui jika baliho bergambar Puan Maharani juga banyak terpasang di Kota Solo. Namun baliho tersebut tidak dipasang oleh DPC PDIP Solo ataupun kader, dan anggota DPRD Solo Fraksi PDIP.

“DPC PDIP Solo tidak memasang baliho sama sekali. Yang memasang tim dari beliau (Puan),” kata Rudy. (rul/*)