Salah Satunya Jaga Kesehatan Otak, Ini 6 Manfaat dari Berkebun

Ilustrasi berkebun. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi berkebun. (Foto: Istimewa)

DepokToday – Bukan hanya menjadi kegiatan bersantai di waktu luang, berkebun juga punya dampak pada kesehatan tubuh. Melansir dari liputan6.com, manfaat ini terutama dirasakan bagi mereka yang sudah lanjut usia.

Menurut sebuah penelitian, berkebun tidak hanya membuat lansia tetap aktif, tetapi juga meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mental mereka.

Temuan menunjukkan bahwa lansia yang menghabiskan lebih dari tiga jam dalam sehari untuk melakukan pekerjaan rumah tangga dan tidur kurang dari tujuh jam semalam, cenderung tidak sehat.

Hobi berkebun memiliki banyak manfaat dalam hal terapi, terutama untuk lansia. Selain untuk meningkatkan keterampilan, berikut 6 manfaat berkebun bagi lansia:

1.Meningkatkan daya tahan tubuh

Kegiatan berkebun biasanya dilakukan di luar ruangan. Saat berkebun, tubuh Anda akan terkena sinar matahari. Sinar matahari, terutama di pagi hari, menghasilkan sinar ultraviolet atau UV yang ketika menyentuh kulit akan diubah oleh tubuh menjadi vitamin D. Paparan sinar matahari pagi selama beberapa jam (8-10) akan memberi lebih banyak vitamin D daripada segelas susu setiap malam.

Vitamin D memiliki peran penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh, sehingga Anda tidak mudah sakit. Selain itu, vitamin ini juga berguna untuk meningkatkan penyerapan kalsium yang berguna untuk memperkuat tulang. Namun, pastikan Anda menggunakan tabir surya atau topi untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

2.Mengusir kejenuhan dan stres

Untuk menghilangkan perasaan mudah merasa bosan dan stres, Anda bisa mencoba kegiatan berkebun. Menanam tanaman yang Anda sukai dan melihat perkembangannya setiap hari, mulai dari tumbuhnya kuncup, daun, bunga, hingga buah atau sayuran yang bisa Anda panen, dapat membuat Anda merasa senang dan bangga.

Tidak hanya itu, paparan sinar matahari saat sedang bercocok tanam atau sekedar menyiram tanaman, juga bisa memicu otak untuk melepaskan hormon serotonin, yaitu hormon yang bisa meningkatkan mood Anda.

3.Sebagai sarana latihan fisik

Jika Anda tidak suka berolahraga, dengan berkebun minimal seminggu sekali, Anda bisa berolahraga tanpa harus melakukan gerakan-gerakan sulit yang tidak Anda sukai. Dengan begitu membuat fisik Anda aktif dan terlatih dalam kekuatan.

Saat berkebun Anda akan melakukan banyak hal, mulai dari pengerukan tanah, pengisian pot, memindahkan pot yang sudah ditanam, dan lain-lain. Aktivitas ini tentu akan membuat Anda banyak menggunakan otot.

4.Menjaga kesehatan otak

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa berkebun mampu menjaga kesehatan otak karena aktivitas ini akan membuat pikiran sibuk dan fokus. Selain itu sekaligus membuka peluang interaksi sosial dengan orang di luar rumah.

Keterampilan berpikir kritis tentang apa yang harus ditanam dan bagaimana merawatnya mengurangi kemungkinan lansia menderita penyakit ingatan seperti Alzheimer.

Baca Juga: Lama Tak Terlihat, Diana Pungky Makin Aduhay, Nih Buktinya

5.Terbiasa makan sehat

Jika Anda memilih untuk menanam sayuran atau buah-buahan sambil berkebun, kemungkinan Anda dan keluarga secara otomatis akan lebih termotivasi untuk mengonsumsi makanan sehat yang tumbuh di pekarangan rumah Anda.

Ketika musim panen, Anda dan keluarga akan lebih semangat untuk merasakan hasilnya. Selain itu, hasil panen yang Anda dapatkan akan jauh lebih bersih dan bebas pestisida, sehingga buah atau sayuran tersebut akan jauh lebih sehat.

6. Melatih untuk mandiri

Lansia akan mulai mengalami keterbatasan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Seringkali mereka mulai mengandalkan salah satu anggota keluarga di rumah.

Dengan berkebun, mereka akan dilatih untuk mandiri dalam melakukan sesuatu tanpa perlu bantuan orang lain dan tentunya yang sesuai dengan kemampuannya.

Berkebun dengan Lahan Terbatas

Walaupun tidak semua rumah memiliki pekarangan, namun berkebun tetap bisa dilakukan dengan gaya urban farming, yaitu dengan memanfaatkan pot bunga, wadah plastik bekas, atau menggunakan sistem tanam tanpa tanah (hidroponik), dan sebagainya. Apapun tempat dan medianya, berkebun dan memelihara tanaman memiliki manfaat bagi kesehatan. (lala/*)