Saingi Amerika dan Rusia, Tiga Negara di Asia Ini Sukses ke Luar Angkasa dengan Roket Sendiri

Roket luar angkasa (Foto: Istimewa)
Roket luar angkasa (Foto: Istimewa)

DepokToday- Sejumlah negara semakin eksis untuk menjelajah luar angkasa. Jika di masa lalu Amerika Serikat dan Rusia yang dikenal paling top, kini ada beberapa negara lain yang tak kalah gengsi.

Data yang dihimpun menyebutkan, Rusia (negara pecahan Uni Soviet), adalah negara pertama yang berhasil mencapai orbit bumi pada Tahun 1950-an sampai awal 1960-an.

Tak lama setelah itu, Amerika Serikat menyalip dengan keberhasilannya mendaratkan astronaut di bulan pada 20 Juli 1969 lewat misi Apollo 11.

Baca Juga: MUI Duga Ahmadiyah Depok Eksis Karena Punya Beking di Inggris

Nah, sejak saat itu banyak negara yang mulai melakukan penelitian terkait luar angkasa. Bahkan, kini perjalanan luar angkasa tak hanya didominasi Amerika Serikat dan Rusia, tapi sejumlah negara lain, termasuk di wilayah Asia juga sudah mampu memproduksi roket sendiri.

Lantas negara manasajakah yang telah berhasil melancarkan misi luar angkasa dengan roket sendiri. Melansir CNNIndonesia.com, tercatat ada lima negara yang terbukti telah melakukan hal tersebut dengan produk mereka sendiri. Berikut ulasannya:

1.Amerika Serikat

Amerika Serikat menjadi salah satu negara yang memproduksi roket mereka untuk menuju luar angkasa. Bekerja sama dengan perusahaan Northrop Grumman, keduanya membuat kendaraan luncur roket Pegasus.

Pegasus adalah kendaraan peluncuran ruang angkasa komersial pertama yang dikembangkan secara pribadi di dunia. Ia merupakan roket tiga tahap yang diluncurkan dari pesawat Stargazer.

Tak lama setelah dilepaskan dari Stargazer, Pegasus memulai tahap pertamanya pada ketinggian sekitar 40.000 kaki di atas Samudra Pasifik.

Baca Juga: Farhat Abbas Dukung Saipul Jamil Jadi Politikus, Ini Partainya

Pegasus juga sukses membawa muatan antariksa TacRL-2 ke orbit yang diinginkan, bersumber dari laman resmi Northrop Grumman.

Setelah masa jaya misi Apollo pada dasawarsa 1960-1970an, pada milenium ketiga kini misi luar angkasa Amerika Serikat tak lagi berpatok pada NASA karena keterlibatan pihak swasta yakni SpaceX. SpaceX pun kini menjadi salah satu ‘pemain terunggul’ yang menjadi operator perjalanan wisata luar angkasa.

Bikin Film di Antariksa

2.Rusia

Setelah kejayaan para kosmonot era Yuri Gagarin pada masa 1960an, kekinian pada awal Oktober ini Rusia mewujudkan suatu proyek luar angkasa baru yakni pembuatan film di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Aktris Rusia Yulia Peresild, sutradara Klim Shipenko, dan pemandu astronot veteran Rusia, Anton Shkaplerov, ikut dalam roket Rusia yang diterbangkan menuju ISS pada awal Oktober lalu.

Baca Juga: Manfaat Daun Seledri untuk Liver, dr Zaidul Akbar: Ada di Al Quran

Tak hanya itu, Badan Antariksa Rusia, Roscosmos juga sempat meluncurkan Modul Sains Nauka ke ISS pada 21 Juli 2021. Modul Sains ini meluncur dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan menggunakan Roket Proton-M.

Proton-M adalah kendaraan antariksa Rusia yang dikembangkan pada awal 1960-an.

Roket proton digunakan untuk mengirimkan berbagai kendaraan ruang angkasa ke luar planet Bumi, termasuk satelit navigasi, militer, dan komersial serta stasiun otomatis antar planet, dikutip dari TAAS.

Rusia sendiri juga pernah menjadi tempat pembelian roket bagi AS

Negara di Asia yang Sukses ke Luar Angkasa

3.China

Pada Juni, China sukses meluncurkan pesawat luar angkasa Shenzhou-12 yang membawa tiga astronaut (taikonaut) mereka ke luar bumi.

Pesawat itu diluncurkan dengan roket Long March 2F dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi, Kamis 17 Juni, lalu.

Baca Juga: Segera Lakukan 3 Cara Sederhana Ini untuk Atasi Cemas Berlebihan

Misi Shenzhou-12 adalah tahap terbaru dalam rencana ambisius China untuk menjadi satu-satunya negara yang memiliki dan menjalankan stasiun luar angkasanya sendiri. Stasiun luar angkasa itu diharapkan akan selesai kurang dari dua tahun dari sekarang.

Tiangong akan menyaingi Stasiun luar angkasa Internasional (ISS) yang didukung Amerika Serikat, Rusia, Eropa, Kanada dan Jepang.

China sengaja membangun stasiun ruang angkasa mereka sendiri setelah mendapat tentangan dari AS untuk bergabung dengan misi stasiun ruang angkasa internasional (ISS).

Baca Juga: Viral Ular Raksasa Melayang di Langit, Ternyata Hewan Sungguhan

Pada 20 Oktober, China juga dikabarkan berhasil melakukan uji coba mesin roket yang dikembangkan sendiri oleh negara itu. Mengutip dari ABC News, mesin berdaya dorong maksimum 500 ton dan ditenagai oleh 150 ton bahan bakar padat ini menjadi mesin roket padat yang paling kuat di negara itu.

4.Jepang

Jepang menjadi salah satu negara yang turut memproduksi roket mereka. Pada Juli, Jepang berhasil melakukan uji coba mesin roket mereka.

Menurut Badan Eksplorasi Luar Angkasa Jepang (JAXA), Kendaraan antariksa No. 31 dari seri roket S-520, lepas landas dari Pusat Luar Angkasa Uchinoura di Kagoshima.

Tak hanya menguji coba roket, Jepang menjadi negara pertama yang berhasil meluncurkan robot astronot, Kirobo, ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2013.

Seperti dilansir dari The Diplomat, Kirobo berhasil menunjukkan kemampuannya untuk melakukan tugas yang diinstruksikan astronot Koichi Wakata secara verbal.

Arab Mendarat di Mars

5.Uni Emirat Arab (UEA)

Mengutip National Geographic, UEA meluncurkan roket mereka di wilayah Jepang, tepatnya di Tanegashima pada 2020.

Pesawat ruang angkasa ini dinamai al-Amal, atau “Harapan.” Pesawat ini dirancang oleh Mohammed Bin Rashid Space Center (MBRSC) di Uni Emirat Arab.

Pengorbit asal UEA ini melakukan perjalanan sejauh 482 juta kilometer dalam hampir tujuh bulan untuk sampai ke Mars. (rul/*)