Sah! Depok Perpanjang PSBB 14 Hari

Pemeriksaan PSBB di Depok (DepokToday.com)
Pemeriksaan PSBB di Depok (DepokToday.com)

MARGONDA– Pemerintah Kota Depok akhirnya mendapat restu dari Gubernur Jawa Barat untuk memperpanjang masa berlaku Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hingga 12 Mei 2020. Keputusan ini merujuk pada trend kasus Covid-19 yang terus meningkat.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menuturkan, hal itu tertera dalam keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.250-Hukham/2020 tanggal 28 April 2020 tentang PSBB di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi dalam rangka percepatan penanganan Covid- 19.

Langkah ini disertakan dengan surat keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/198/Kpts/Dinkes/Huk/2020 tanggal 28 April 2020 tentang PSBB dalam penanganan Covid-19 di Kota Depok.

“Dengan ini disampaikan perpanjangan PSBB selama 14 hari terhitung mulai tanggal 29 April 2020 sampai dengan tanggal 12 Mei 2020,” katanya

Berkenaan dengan evaluasi jumlah kasus pada PSBB pertama, yang dilaksanakan sejak tanggal 15 April 2020 sampai dengan tanggal 28 April 2020, tercatat telah terjadi peningkatan kasus konfirmasi Covid-19 dengan jumlah rata-rata 8-9 orang/hari.

“Jika dibandingkan sebelum PSBB rata-rata 6-7orang/hari,” ujarnya

Dadang menjelaskan, peningkatan kasus Covid019 terjadi karena beberapa hal, di antaranya karena telah dilaksanakan rapid diagnostic test (RDT) dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab PCR, serta terdapat penambahan kasus konfirmasi dari PDP yang hasil swab PCR-nya positif.

“Selanjutnya untuk penambahan rata-rata jumlah OTG (orang tanpa gejala), ODP (orang dalam pemantauan) dan PDP (pasien dalam pengawasan) per hari lebih sedikit selama PSBB, dibandingkan dengan sebelum PSBB.”

Untuk penambahan OTG, lanjut Dadang, rata-rata 22-23 orang/hari selama PSBB. Jika dibandingkan sebelum PSBB rata-rata 48-49 orang/hari. Penambahan ODP rata-rata 32-33 orang/hari selama PSBB. Sedangkan jika dibandingkan sebelum PSBB rata-rata 83-84 orang/hari.

“Kalau PDP rata-rata 26-27 orang/hari selama PSBB. Dibandingkan sebelum PSBB rata-rata 27-28 orang/hari. Hal ini dikarenakan adanya tren perbaikan di dalam penemuan dan penanganan kasus OTG, ODP dan PDP di masyarakat,” ujarnya

Di samping itu, kata Dadang, sudah muncul kesadaran warga dalam menghadapi wabah Covid-19.

“Akan tetapi kita tetap harus waspada dengan kemungkinan terjadinya lonjakan kasus, sehingga kita harus konsisten menjalankan protokol PSBB pada tahap kedua yang akan dilaksanakan mulai 29 April 2020 sampai dengan 12 Mei 2020 agar penularan Covid-19 dapat dihentikan.” (rul/*)