Sadis Banget, Dua Bocah yang Disiksa Diduga Korban Pesugihan Keluarga

Ilustrasi sesajian untuk tumbal pesugihan. (Istimewa)
Ilustrasi sesajian untuk tumbal pesugihan. (Istimewa)

DepokToday- Dugaan pesugihan atas kasus penganiayaan terhadap bocah perempuan berinsial AP dengan cara congkel mata kembali menemukan fakta yang tak kalah mengerikan.

Belakangan diketahui, kakak bocah tersebut ternyata tewas dilaporkan telah tewas dengan kondisi tak wajar. Kuat dugaan, motif dibalik aksi sadis itu berkaitan dengan ilmu hitam yang dianut oleh orang tua mereka.

Kasus ini terkuak setelah AP yang saat itu sedang dianiaya dan dicongkel mata kanannya berhasil diselamatkan oleh salah seorang kerabat.

Namun ternyata, ada kabar lain yang tak kalah menyeramkan. Kakak bocah yang tinggal di Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan itu juga diduga meninggal tidak wajar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kakak bocah itu meninggal dunia setelah dicekoki air garam hingga pembuluh darahnya pecah.

“Kakaknya meninggal dunia, banyak bilang dikasih minum air garam,” kata salah seorang warga yang bermukim di Kecamatan Tinggimoncong dikutip dari hallo.id pada Senin 6 September 2021.

Dugaan praktik ilmu hitam yang menumbalkan nyawa anak untuk pesugihan sedang diusut polisi. Selain kasus yang dialami AP, polisi ternyata sedang menyelidiki kematian kakaknya.

“Terkait kematian kakak korban kami tahu karena kejadiannya ini berselang sehari dengan kematian kakak korban,” kata Kapolres Gowa AKBP Tri Goffaruddin.

“Untuk penyebab kami dalami, karena kami masih fokus dulu terhadap kasus korban (AP) anak usia enam tahun ini,” timpalnya lagi.

Baca Juga: Geger Penampakan ‘Tuyul’ Terekam CCTV, di Depok Ada Rajanya

Seperti diketahui, seorang bocah perempuan berinisial AP berusia enam tahun, mata kanannya dicongkel oleh orang tuanya sendiri.

Bahkan ketika mata bocah itu dicongkel oleh ibu kandungnya, ayah, kakek, nenek dan pamannya turut berperan memegang bocah tersebut.

Mantra Ritual Pesugihan

Peristiwa sadis itu terjadi setelah kakak bocah dikebumikan, Rabu, 1 September 2021, bahkan aksi sadis itu terekam dan viral di media sosial.

“Assulukko, assulukko,” suara pelaku ketika berusaha mencongkel mata anaknya, dengan bahasa Makassar yang berarti “keluar”.

Kabarnya, ketika aksi tersebut berlangsung, pelaku melihat ada sesuatu di mata korban.

Baca Juga: [Update] BOR Rumah Sakit di Kota Depok, Minggu 5 September 2021, Tersedia 1008 Bed

Diketahui, bocah yang matanya dicongkel itu telah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Syekh Yusuf kabupaten Gowa. Ia juga mengalami sejumlah memar di sekujur tubuh.

Sedangkan ayah dan ibu korban telah diamankan, dan diobservasi di Rumah Sakit Jiwa Dadi kota Makassar. Sedangkan paman dan kakek korban dititip di Polsek Tinggimoncong guna penyelidikan lebih lanjut. (rul/*)