Sabar Saat Dikepung, Praka Izroi Dapat Hadiah dari Hamba Allah

Paspampres Praka Izroi ketika dikepung saat PPKM Darurat. (Istimewa)
Paspampres Praka Izroi ketika dikepung saat PPKM Darurat. (Istimewa)

JAKARTA- Peristiwa yang dialami Praka Izroi Gajah, anggota Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) yang sempat dikepung di posko penyekatan PPPKM Darurat, di Jakarta Barat oleh sejumlah petugas rupanya masih menarik perhatian publik.

Bahkan, belum lama ini, Praka Izroi mendapat kiriman motor dari seseorang yang mengaku sebagai hamba Allah. Hadiah bergengsi itu merupakan buah manis dari kesabaran Praka Izroi.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, publik banyak tertarik lantaran anggota Paspampres bernama Praka Izroi Gajah itu tampil dengan tenang menghadapi sejumlah anggota gabungan penjaga PPKM yang menyudutkannya.

Belakangan, setelah peristiwa itu viral Praka Izroi ternyata mendapat sebuah sepeda motor yang diantar langsung oleh karyawan dealer motor.

Namun saat dikirimkan tidak ada keterangan nama dari siapa orang yang mengirimkannya dan sang dealer hanya mengatakan motor tersebut dikirim dari hamba Allah.

“Kiriman Hadiah Sepeda motor Buat Praka Izroy Gajah, Prajurit Paspampres yang viral karena sikapnya yang tenang saat berhadapan dengan petugas di pos penyekatan,” tulis akun tersebut dalam unggahannya, dikutip pada Kamis, 15 Juli 2021.

“Motor tersebut diantar oleh dealer motor dan tidak ada keterangan nama dari siapa. Menurut keterangan, motor tersebut dari hamba Allah,” sambungnya.

Baca Juga: Dapat Warisan dari Pria Inggris, Gadis ABG Bakal Jadi Miliarder Dadakan

Dapat hadiah motor (Istimewa)
Dapat hadiah motor (Istimewa)

Terlihat dalam foto yang diunggah, Praka Izroi sedang berfoto bersama karyawan dari daeler motor.

Tak jauh dari keduanya, tampak pula satu unit kendaraan roda dua baru yang belum memiliki pelat nomor kendaraan.

Kronologi Keributan yang Dialami Praka Izroi

Seperti diketahui, publik sempat digegerkan dengan sebuah video yang merekam kericuhan antara Paspampres dan aparat gabungan TNI-Polri di Posko PPKM Darurat, di Jalan Daan Mogot, Kalideres, Jakarta Barat.

Awalnya, kondisi memanas di Posko PPKM Darurat itu pecah lantaran Praka Izroi dipaksa untuk turun dari sepeda motornya dan diperiksa oleh sejumlah petugas kepolisian dari Resmob Polres Metro Jakarta Barat.

Akan tetapi Izroi tidak bersedia mengeluarkan Kartu Tanda Anggota (KTA) miliknya kepada petugas kepolisian yang sedang berjaga.

Izroi enggan menunjukan KTA miliknya lantaran petugas polisi yang berjaga berpakaian preman atau tidak mengenakan pakaian dinas, dari situlah mulai terjadi adu mulut.

Terlebih Izroi sempat mengatakan bahwa dirinya sedang terburu-buru karena harus mengikuti apel dan akan bertugas seperti biasanya.

Akan tetapi akhirnya Izroi menunjukkan KTAnya dan kemudian diperbolehkan untuk melintas.

Polemik tersebut ternyata masih belum usai dan terus berlanjut, pada malam harinya puluhan rekan Izroi mendatangi Polres Jakarta Barat untuk menuntut bertemu dengan anggota polisi yang menghalangi Izroi melintas. (rul/*)