Rusuh Yahukimo Diduga Libatkan KKB, Ribuan Orang Mengungsi

Kerusuhan di Yahokimo, Papua (Foto: Istimewa)
Kerusuhan di Yahokimo, Papua (Foto: Istimewa)

DepokToday- Sejumlah massa mengamuk dan menyerang warga hingga melakukan pembakaran pada bangunan di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua pada Minggu pagi, 3 Oktober 2021. Enam orang dilaporkan tewas akibat kejadian ini.

Disitat DepokToday.com dari Hops.id, diduga kejadian ini dipicu kabar meninggalnya mantan Bupati Yahukimo, Abock Busup.

Direskrimum Polda Papua Komisaris Besar Polisi Faizal Ramdhani mengatakan, sejumlah orang dari sekelompok masyarakat Kimyal diduga tak terima dengan kepergian Abock Busup. Mereka mengamuk dan melakukan pembakaran.

“Dugaan awalnya (kematian mantan bupati jadi pemicu) seperti itu, kami sedang dalami,” kata Faizal dikutip pada Senin 4 Oktober 2021.

Baca Juga: Sadis, Geng Narkoba Eksekusi Mati 20 Pria, Sebelum Ditembak Korban Diejek

Namun demikian, polisi belum bisa menjelaskansecara rinci mengenai penyebab kemarahan warga usai mendengar kabar kematian Abock Busup.

Faizal menjelaskan, sejumlah massa melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tradisional berupa panah dan parang serta alat tajam lainnya. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 12:10 WIT, akhir pekan kemarin.

“Dalam aksi tersebut, sekelompok masyarakat Kimyal juga membakar rumah warga dan Hotel Nuri II dan kompleks Perumahan Bambu Dua,” katanya.

Ribuan Warga Mengungsi Akibat Ricuh di Yahukimo

Polisi menyebut, korban jiwa hingga sekarang ini mencapai enam orang, satu di antaranya diduga merupakan pihak pelaku penyerangan.

“Masyarakat yang meninggal dunia enam orang yang salah satunya diduga adalah pelaku penyerangan,” kata Faizal.

Jenazah para korban telah disemayamkan di RSUD Yahukimo. Selain itu, ada 41 orang yang mengalami luka-luka dalam peristiwa ini.

Kericuhan tersebut mengakibatkan warga setempat merasa ketakutan. Mereka pun akhirnya memilih mengamankan diri di Mapolres Yahukimo. Warga khawatir kericuhan kembali terjadi.

“Sekitar seribu warga saat ini berlindung di Polres Yahukimo,” tuturnya.

Baca Juga: PTMT Hari Pertama, Wakil Wali Kota Minta Murid Sakit Tak Usah Masuk

Terkait kasus ini, polisi telah menangkap 52 orang yang diduga menjadi pelaku penyerangan. Dari penangkapan itu, muncul dugaan bahwa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) ikut terlibat dalam aksi tersebut.

“Dugaannya seperti itu, ada satu orang yang kita tangkap itu anggota KNPB,” ucap Faizal.

Penyebab Mantan Bupati Tewas

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi menegaskan, bahwa Abock Busup meninggal bukan karena ditembak.

Diduga kuat meninggaknya Abock Busup di hotel lantaran terkena serangan jantung mendadak.

“Wafat bukan karena tembakan. Masih minta konfirmasi ke dokter karena diduga kena serangan jantung mendadak,” ungkap Viva Yoga Mauladi dalam keterangannya, dikutip DepokToday,com dari Hops.id pada Senin, 4 Oktober 2021.

Ia juga menjelaskan, Abock Busup sudah dua hari berada di Jakarta.

Adapun kedatangan Ketua DPW PAN Papua ini ke ibu kota untuk mengurus SK DPD PAN ke kantor DPP PAN, serta akan mengikuti Bimtek Anggota Legislatif PAN seluruh Indonesia.

“Karena di acara ini mengundang seluruh Ketua DPW seluruh Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Heboh! Baliho Pemkot Depok Salah Sebut HUT TNI, Kadiskominfo Pasang Badan

Viva Yoga mengutarakan, kadernya Abock Busup merupakan pejuang partai. Serta dalam berpolitik tidak pernah berkata kasar atau membentak.

“Almarhum orang baik, pejuang partai. Sikapnya sopan santun, tutur katanya lembut. Tidak pernah membentak dan dia orang pintar,” ujarnya. (rul/*)