Rupanya Ini yang Bikin Irjen Napoleon Gebukin M Kece di Penjara

Irjen Napoleon Bonaparte terduga pelaku penganiayaan M Kece (Foto: Istimewa)
Irjen Napoleon Bonaparte terduga pelaku penganiayaan M Kece (Foto: Istimewa)

DepokToday- Tersangka kasus penodaan agama, M Kece dianiaya oleh sesama tahanan. Belakangan diketahui, pelakunya ternyata adalah Irjen Napoleon Bonaparte.

Menariknya, aksi tersebut diyakini telah dilakukan dengan perhitungan yang cukup matang, sehingga kemungkinan besar lolos dari jeratan pidana.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, Napoleon sepertinya sudah tahu betul konsekuensi menonjok Kece di dalam Rutan Bareskrim Polri.

Hal itu terlihat dari surat terbuka yang ditulis langsung oleh Mantan Kepala Hubungan Internasional Polri tersebut. Ia mengaku tidak terima agama Islam dihina oleh M Kece.

Karena itulah, Napoleon dalam suratnya bersumpah akan melakukan tindakan terukur.

Surat Terbuka Napoleon

“Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allah ku, Al Quran, Rasulullah SAW dan akidah Islam ku, karenanya saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apapun kepada siapa saja yang berani melakukannya,” tulis Napoleon dikutip pada Selasa 21 September 2021.

Menurut aktivis gerakan Islam yang juga advokat, Ahmad Khozinudin, Napoleon sudah mempertimbangkan masak-masak, apa konsekuensi hukum yang akan menimpa dirinya.

Kemudian, kata Ahmad, poin kedua dalam surat terbuka itu menunjukkan tindakan Irjen Pol Napoleon Bonaparte benar-benar terukur.

Pertama tindakan aniaya Napoleon ke M Kece adalah tindakan pribadi yang membela Rasulullah Muhammad SAW.

“Tindakan ini, secara pidana hanya terkategori tindak pidana penganiayaan ringan sebagaimana diatur dalam ketentuan pasal 352 KUHP,” jelasnya.

Baca Juga: Warga yang melihat ‘Babi Ngepet’ Ditarik Uang Retribusi, Terdakwa Adam Bilang Begini

Dalam ketentuan pasal 352 KUHP, membuat ancaman pidana cuma tiga bulan, karena hanya penganiayaan ringan.

“Ancaman yang yang ringan ini jauh daripada dampak perbuatan Irjen Pol Napoleon Bonaparte yang mampu memberikan pesan tegas kepada si Kace maupun penista Rasulullah Saw lainnya,” kata Ahmad

“Serta dapat mengunggah rasa lega dan bahagia bagi segenap umat Islam karena merasa terwakili kemarahannya oleh Irjen Pol Napoleon Bonaparte,” sambunya.

Salah satu tafsir pasal 325 itu, penganiayaan ringan itu unsurnya tidak menjadikan sakit atau terhalang korban melakukan jabatan atau pekerjaan sehari-hari.

Baca Juga: Terungkap, M Kece Ternyata Digebukin Jenderal, Begini Kronologinya

Nah, dari unsur penganiayaan ringan di KUHP itu, jelas unsurnya terpenuhi. Sebab Kece memang tidak terhalang untuk pekerjaan lantaran dia statusnya dikurung di tahanan.

Dengan demikian, kata Khozinudin, tidak mungkin unsur penganiayaan atas Kece itu dikenai penganiayaan berat yang diatur dalam pasal 354 KUHP yang mana ancamannya 8 tahun penjara.

Irjen Napoleon Bakal Lolos

Sisi cerdik Napoleon bisa dilihat dari TKP penganiayan itu yang mana terjadi di Rutan Bareskrim.

Artinya, kata dia, akan ada banyak pihak yang ditarik sebagai pelaku turut serta melakukan tindak pidana dengan modus operandi melakukan pembiaran, sebagaimana diatur dalam pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dan akan banyak saksi yang diperiksa, dan diantara saksi itu akan dapat ditetapkan sebagai tersangka pelaku turut serta melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap Kace.

Kepala rutan diperiksa, petugas jaga diperiksa, tahanan diperiksa, dan semua harus dihadirkan di pengadilan yang terbuka untuk umum.

“Kalau melihat konstruksi politik sebagai dampak penegakan hukum terhadap Irjen Pol Napoleon Bonaparte, kuat dugaan kasus ini tidak akan diteruskan,” katanya.

Baca Juga: M Kece Digulung Sesama Tahanan Rutan Bareskrim, Begini Kondisinya

“Jadi, Irjen Pol Napoleon Bonaparte benar-benar telah terukur mengambil tindakan, sehingga kalkulasi perkara ini tidak akan naik benar-benar telah diperhitungkan,” sambungnya. (rul/*)