Rumah Rocky Gerung Terancam Dirobohkan, Begini Kronologinya

Rumah Rocky Gerung (Foto: Istimewa)
Rumah Rocky Gerung (Foto: Istimewa)

DepokToday- Lantaran dianggap menyalahi aturan, rumah Rocky Gerung terancam bakal dirobohkan Satpol PP. Usut punya usut, rupanya kediaman pendiri Setara Institute ini bersengketa dengan PT Sentul City Tbk.

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, pria yang sempat mengajar di Universitas Indonesia (UI) itu dituding menempati lahan milik PT Sentul City Tbk. Atas dasar klaim tersebut, maka pihak perusahaan itu memberi waktu Rocky Gerung 7×24 jam untuk membongkar sendiri rumahnya.

Jika dalam tenggat waktu yang diberikan tidak dibongkar sendiri, korporasi itu dalam suratnya akan meminta bantuan Satpol PP untuk merobohkan rumah Rocky Gerung.

Somasi perusahaan itu telah dilayangkan dua kali yaitu 28 Juli dan 8 Agustus.

Kronologi Rumah Rocky Gerung

Mendapat ancaman tersebut, Rocky Gerung pun tak tinggal diam. Melalui kuasa hukumnya, Haris Azhar, Rocky menjelaskan duduk perkara asal muasal mendapatkan lahan rumahnya ini.

Dikutip dari Tempo, Haris mengungkapkan, Rocky mendapatkan lahan di Blok 026 Kampung Gunung Batu RT 02 RW 11, Kelurahan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, melalui pembelian dari penguasa fisik lahan sebelumnya.

Baca Juga: Vanesa Angel Masuk Polres Metro Depok, Ternyata Karena Ini

Kepada Rocky, penguasa fisik sebelumnya menunjukkan surat garapan lahan tersebut.

Maka sesuai hukum pertanahan, menurut Haris, untuk mengklaim kepemilikan tanah mesti melalui prosedur pengajuan kepemilikan. Nah Haris heran dong, bagaimana bisa Sentul City klaim menguasai lahan yang jadi rumah Rocky Gerung tanpa pernah menguasai secara fisik.

Lagian pula, kata dia, PT Sentul City tak pernah minta tanda tangan Rocky untuk pengukuran tanah oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Baca Juga: Anggota DPRD Depok dan Pengamat UI Tolak Larangan Minuman Beralkohol

Makanya, ujar aktivitas dan pengacara ini, klaim Sentul City atas hak guna bangunan (HGB) yang dimiliki Sentul City diduga prosedurnya salah dan untuk itu patut dipertanyakan motif klaim perusahaan itu.

Terancam Dirobohkan

Haris mengungkapkan dalam surat somasi ke kliennya, PT Sentul City mengingatkan perusahaan itu adalah pemilih tanah seluas 800 meter persegi di alamat tersebut. Klaim perusahaan itu mengingatkan Rocky dengan menunjukkan sertifikat HGB Nomor 2411 dan 2412.

Selanjutnya Rocky diancam akan ditindak pidana kalau memasuki wilayah yang diklaim PT Sentul City sesuai dengan ketentuan KUHP pasal 385, 167 dan 170.

Selanjutnya pada poin ketiga somasi yang dilayangkan, kata Haris, PT Sentul City mengancam bongkar dan robohkan bangunan rumah Rocky Gerung dengan bantuan Satpol PP. (rul/*)